6 Jenis Wajan dan Fungsinya untuk Memasak Aneka Hidangan

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jenis wajan dan fungsinya menjadi topik penting dalam dunia memasak karena masing-masing wajan memiliki kelebihan tersendiri.
Perbedaan bentuk, bahan, dan ukuran pada setiap jenis wajan memengaruhi hasil masakan secara signifikan. Oleh karena itu, memahami karakteristik tiap jenis wajan membantu menentukan alat terbaik sesuai metode memasak yang digunakan.
Jenis Wajan dan Fungsinya
Berikut adalah berbagai jenis wajan dan fungsinya yang perlu diketahui sebelum memilih peralatan masak, dikutip dari nordicnest.com dan sitram.fr.
1. Wajan Datar Tradisional (Frying Pan Biasa)
Wajan ini merupakan jenis paling umum yang digunakan untuk menggoreng, menumis, atau memanggang makanan sehari-hari.
Permukaan datarnya membuat panas tersebar merata, sehingga cocok untuk memasak telur, daging, atau sayuran dalam jumlah kecil. Biasanya berbahan stainless steel, aluminium, atau antilengket, wajan ini sangat fleksibel dalam penggunaannya.
Ketinggian sisi yang tidak terlalu dalam membuat makanan mudah dibalik atau diangkat saat matang.
2. Wajan Wok
Wajan berbentuk cekung ini dirancang untuk teknik stir-fry atau menumis cepat dengan suhu tinggi.
Dindingnya yang tinggi dan melengkung memungkinkan bahan makanan digeser ke atas untuk menghindari gosong sambil mempertahankan panas di dasar.
Bentuknya juga membuat makanan lebih mudah diaduk atau diguncang tanpa tumpah. Selain stir-fry, wajan ini juga ideal untuk mengukus, menggoreng rendam, hingga membuat sup ringan.
3. Wajan Panggangan (Grill Pan)
Ciri khasnya terletak pada permukaan bergelombang yang mampu menciptakan garis-garis bakar seperti hasil panggangan arang. Alur di bagian dasar juga berfungsi menampung lemak berlebih sehingga makanan menjadi lebih sehat.
Umumnya terbuat dari besi cor atau logam berat lain yang menahan panas dengan baik. Jenis ini sangat cocok untuk memanggang daging merah, ayam, atau sayuran tanpa harus menyalakan pemanggang besar.
4. Wajan Besi Cor (Cast Iron Pan)
Keunggulan utamanya terletak pada kemampuan menyimpan dan menyebarkan panas secara merata untuk waktu lama. Jenis ini sangat tepat untuk memanggang, membakar, atau memasak makanan yang membutuhkan suhu tinggi secara stabil.
Bila dirawat dengan benar, wajan ini bisa bertahan puluhan tahun bahkan turun-temurun. Namun, bobotnya yang berat dan perawatannya yang lebih rumit membuatnya kurang praktis untuk penggunaan harian.
5. Wajan Stainless Steel
Material logam ini terkenal karena daya tahannya terhadap suhu tinggi dan keausan. Cocok untuk menumis, memanggang, dan membuat saus karena bisa digunakan untuk deglazing setelah pemanggangan.
Permukaannya tidak menyerap bau atau rasa, sehingga tidak memengaruhi hasil akhir masakan. Meskipun tidak antilengket, wajan ini bisa menghasilkan karamelisasi sempurna saat memasak daging atau sayuran.
6. Wajan Tembaga (Copper Pan)
Keunggulan utama wajan tembaga adalah konduktivitas panas yang luar biasa, memungkinkan pengendalian suhu dengan presisi tinggi. Sangat ideal untuk memasak saus, makanan manis, atau resep yang memerlukan suhu stabil.
Biasanya dilapisi baja tahan karat untuk mencegah reaksi logam terhadap makanan. Namun, harga wajan tembaga tergolong mahal dan membutuhkan perawatan khusus agar tidak kehilangan kilaunya.
Secara keseluruhan, jenis wajan dan fungsinya perlu disesuaikan dengan jenis masakan dan teknik yang digunakan agar hasil masakan lebih maksimal. (Suci)
Baca Juga: Kenapa Wajan Stainless Cepat Gosong? Ini Penyebabnya yang Perlu Diketahui
