7 Cara Budidaya Jamur Kuping yang Benar agar Panen Melimpah

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Budidaya jamur kuping untuk bisnis merupakan salah satu ide yang bisa dicoba. Terlebih habitat asli jamur kuping berada di hutan tropis, seperti di Jepang dan Indonesia.
Jamur kuping di Indonesia merupakan salah satu jenis jamur kayu yang bisa dimakan. Tidak heran, banyak orang Indonesia membudidayakan jamur ini. Agar semakin jelas cara budidayanya, simak ulasan di bawah ini!
Cara Budidaya Jamur Kuping
Muchrohi dan Cahyana Y.A. dalam buku berjudul Budidaya Jamur Kuping menjelaskan bahwa jamur kuping berdaging lunak layaknya agar-agar, sedikit elastis, tembus cahaya, gampang pecah jika dikeringkan, dan tidak beraroma atau berbau.
Adapun bagi yang ingin membudidayakan jamur kuping bisa ikuti cara berikut:
1. Menyiapkan Media yang Berkualitas
Media tanam untuk jamur kuping bisa memakai bahan-bahan berupa serbuk gergaji kayu, bekatul, kapur, dan air secukupnya. Untuk cara membuat media tanam jamur kuping, yakni mencampurkan bahan-bahan yang telah disiapkan tersebut menjadi satu.
Selanjutnya, lakukan fermentasi agar mendapatkan media tanam ideal untuk pertumbuhan jamur kuping, yaitu:
Media yang sudah jadi didiamkan selama 4-5 hari agar suhu meningkat menjadi 70 derajat Celsius.
Bolak-balik media setiap dua hari sekali.
Media tanam yang siap ditanami akan berubah warna menjadi cokelat tua atau hitam.
2. Mempersiapkan Bibit
Budidaya jamur kuping untuk skala rumah tangga lebih baik membeli bibit yang berkualitas dan siap pakai di toko pertanian. Hal tersebut dilakukan agar memudahkan pembudidaya jamur kuping mempersiapkan bibit yang baik.
3. Membuat Baglog
Cara membuatnya adalah:
Media tanam yang sudah difermentasi kemudian dimasukkan ke dalam plastik tahan panas dengan ukuran 30x20 cm, tebal 0,5 mm, dan tinggi 20 cm.
Padatkan media tanam pakai pengepres.
Leher plastik dibentuk kerucut supaya mudah memasukkan ring atau cincin.
Tutup mulut botol pakai kapas dan penutup baglog.
4. Sterilisasi
Langkah sterilisasi dilakukan agar menetralkan mikroba liar pada media tanam. Caranya, yaitu mengalirkan uap air pakai pipa menuju kubung.
Sterilisasi dilakukan selama 7-8 jam. Baglog yang sudah disteril bisa dipindah ke tempat inokulasi sampai suhu normal.
5. Inokulasi
Proses ini dilakukan dengan kondisi lingkungan serta media bibit benar-benar steril. Tujuannya untuk menghindari kontaminasi bibit jamur yang telah disiapkan. Inokulasi dilakukan di dalam baglog.
6. Inkubasi
Prosesnya berjalan selama 4-8 minggu dengan tujuan agar miselium bibit jamur kuping yang telah diinokulasi bisa menyebar merata di baglog. Atur kelembapan hingga 89% dan suhunya mencapai 25-33 derajat Celsius.
7. Panen
Jamur kuping bisa dipanen pada umur 3-4 minggu setelah proses pembentukan calon tubuh jamur. Dalam satu periode penanaman jamur sekitar 5-6 bulan, jamur kuping bisa panen sebanyak 4-6 kali.
Itulah cara budidaya jamur kuping yang bisa dicoba. Semoga membantu! (Ek)
