7 Cara Stek Pohon Markisa supaya Tumbuh Banyak

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara stek pohon markisa adalah salah satu teknik paling sederhana untuk memperbanyak tanaman markisa. Dengan teknik ini, petani bisa memiliki tanaman markisa yang identik dengan induknya dalam waktu yang relatif singkat.
Selain itu, stek juga memiliki tingkat keberhasilan yang cukup tinggi jika dilakukan dengan benar.
Cara Stek Pohon Markisa
Cara stek pohon markisa umumnya dapat dilakukan dengan mudah oleh siapa saja, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman dalam berkebun. Metode stek dapat mempercepat waktu panen dibandingkan dengan menanam dari biji.
Mengutip pertanian.go.id, berikut cara stek pohon markisa untuk hasil lebih banyak dan waktu yang singkat.
1. Pemilihan Pohon Induk
Pilih pohon induk yang produktif dan memiliki pertumbuhan subur serta normal. Pastikan pohon tersebut berasal dari varietas unggul dan berusia lebih dari dua tahun.
Ambil stek dari pucuk tanaman yang sehat, sebaiknya hingga ruas keempat.
2. Pemotongan Pucuk
Pucuk yang telah dipilih harus dipotong menggunakan pisau atau gunting yang tajam.
Potong lagi menjadi bagian-bagian kecil dengan panjang sekitar 15-20 cm, yang terdiri dari ruas ketiga dan keempat.
3. Pengolesan ZPT
Oleskan pangkal stek dengan zat pengatur tumbuh (ZPT) Rootone F untuk merangsang pertumbuhan akar.
4. Penanaman Stek
Tanam stek dalam polybag berukuran 15 cm. Media tanam dalam polybag tersebut harus terdiri dari campuran tanah lapisan atas, pupuk kandang ayam, dan pasir dengan perbandingan 6:3:1.
5. Perawatan Bibit Stek
Bibit yang dihasilkan dari stek harus dirawat secara intensif selama 2-3 bulan. Pastikan bibit tersebut disusun rapi di tempat yang teduh. Hal ini penting untuk melindungi bibit dari sinar matahari langsung yang dapat merusak pertumbuhannya.
6. Pengendalian Hama dan Penyakit
Penyemprotan insektisida dan fungisida perlu dilakukan sekali seminggu.
Gunakan konsentrasi 0,1% untuk memastikan efektivitas dalam mengendalikan hama dan penyakit.
Pastikan untuk mengikuti petunjuk penggunaan produk yang tepat agar tidak merusak tanaman.
7. Pemindahan ke Lapangan
Setelah bibit stek berumur 3-4 bulan, bibit tersebut siap untuk dipindahkan ke lapangan.
Sebelum pemindahan, periksa kondisi akar dan kesehatan bibit. Pastikan bahwa bibit telah cukup kuat untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, petani dapat meningkatkan peluang keberhasilan dalam proses stek markisa.
Pastikan untuk memantau kondisi stek secara berkala dan memberikan perawatan yang tepat agar pertumbuhan tanaman optimal. (Sc)
Baca juga: Penyakit Tanaman Markisa yang Berbahaya dan Harus Dikendalikan
