Apakah Bioflok Perlu Sinar Matahari? Ini Penjelasannya

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teknologi budidaya bioflok merupakan metode yang populer di kalangan peternak ikan, terutama ikan lele dan nila. Salah satu pertanyaan penting yang sering muncul di kalangan peternak adalah apakah bioflok perlu sinar matahari?
Dikutip dari buku Budidaya Ikan Nila dengan Sistem Bioflok, Budiati, (2021: 3), bioflok adalah sebuah metode pembudidayaan yang memanfaatkan organisme baik, seperti: jamur, protozoa, dan algae.
Umumnya, semua organisme ini terbentuk ke dalam satu gumpalan sehingga mampu menghasilkan massa lumpur atau sludge.
Apakah Bioflok Perlu Sinar Matahari? Inilah Jawabannya
Sinar matahari memiliki beberapa pengaruh terhadap sistem bioflok, salah satunya terkait dengan suhu. Namun, paparan sinar matahari yang berlebihan justru bisa berbahaya. Jadi, apakah bioflok perlu sinar matahari?
Sistem bioflok tidak memerlukan sinar matahari langsung. Bahkan, terlalu banyak sinar matahari bisa berdampak negatif pada kualitas air dan mikroorganisme yang hidup di dalam kolam.
Oleh sebab itu, kolam bioflok biasanya ditempatkan di area yang teduh atau dilengkapi dengan penutup untuk menghindari paparan sinar matahari dan air hujan secara langsung.
Cara Budidaya Ikan dengan Sistem Bioflok
Budidaya dengan sistem bioflok dapat dilakukan pada kolam yang cukup sempit dan bisa memproduksi ikan lebih banyak dalam waktu yang singkat, sehingga biaya produksi dan produktivitasnya meningkat.
Berikut adalah beberapa cara budidaya ikan dengan sistem bioflok yang bisa dicoba.
1. Siapkan Kolam
Gunakan terpal yang dilengkapi dengan sistem aerasi untuk memastikan pasokan oksigen yang cukup. Pastikan kolam berada di tempat yang teduh untuk menghindari sinar matahari langsung.
2. Kenalkan Bakteri Bioflok
Selanjutnya, tambahkan sumber karbon (seperti molase atau tepung jagung) ke air guna merangsang tumbuhnya bakteri heterotrof. Biarkan bakteri berkembang selama beberapa hari sebelum memasukkan ikan.
3. Pelihara Air
Pantai kualitas air dengan rutin, termasuk pH, suhu, dan kadar amonia. Tambahkan probiotik secara berkala untuk menjaga keseimbangan mikroorganisme dalam kolam.
4. Berikan Pakan
Berikan pakan yang berkualitas tinggi dan seimbang. Pakan tambahan seperti dedak atau limbah dapur juga bisa digunakan. Pastikan pakan diberikan dalam jumlah cukup untuk menghindari sisa pakan berlebih.
5. Pelihara Kolam
Ganti air secara berkala untuk menjaga kualitas air. Bersihkan kolam dari kotoran dan sisa bioflok yang berlebih.
6. Panen
Pada umumnya, ikan akan siap dipanen setelah 4-6 bulan. Ini bergantung pada jenis ikan dan kondisi pemeliharaannya.
Jadi, apakah bioflok perlu sinar matahari? Secara umum, bioflok tidak memerlukan sinar matahari langsung untuk berfungsi dengan baik, namun pencahayaan alami tetap diperlukan untuk bisa membantu dalam pengendalian suhu air. (NOV)
Baca juga: 6 Jenis Metode Hidroponik dalam Budidaya Tanaman Sayuran
