Konten dari Pengguna

Cara Budidaya Ikan Patin di Kolam Terpal untuk Pemula

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi budidaya ikan patin. Sumber foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi budidaya ikan patin. Sumber foto: Unsplash

Cara budidaya ikan patin di kolam terpal ternyata tidak begitu sulit untuk dilakukan, bahkan bagi pemula sekalipun. Dengan mengikuti setiap langkahnya, budidaya patin di kolam terpal akan sukses dan memberi hasil melimpah.

Salah satu cara budidaya ikan patin di kolam terpal adalah memilih benih yang tepat. Tidak hanya itu, masih ada langkah lain yang bisa diterapkan. Simak selengkapnya di bawah ini.

Cara Budidaya Ikan Patin di Kolam Terpal

Ilustrasi budidaya ikan patin. Sumber foto: Unsplash

Ikan patin adalah jenis ikan air tawar yang populer dan sering dijadikan olahan kuliner khas Nusantara.

Dilansir dari buku Teknik Mudah Berbudi Daya Ikan Patin milik Gani Kusnadi, selain memiliki daging yang gurih, ikan patin juga memiliki kandungan gizi tinggi, seperti Omega-3 yang baik untuk otak.

Karena khasiat dan manfaatnya, permintaan ikan patin di Indonesia terbilang cukup tinggi. Tidak heran kalau banyak yang tertarik untuk membudidayakannya.

Bagi pemula yang ingin mencoba budidaya ikan patin di kolam terpal, berikut adalah langkah-langkah yang bisa diterapkan.

1. Pembuatan Kolam Terpal

Pertama-tama, buatlah kolam terpal dengan kualitas dan ketebalan terbaik. Pembuatan kolam juga harus disesuaikan dengan ketersediaan lahan, namun pastikan kolam tidak terlalu kecil agar patin dapat bergerak bebas dan tidak mudah stres.

2. Pemilihan Benih

Langkah selanjutnya dalam budidaya ikan patin di kolam terpal adalah memilih benih yang tepat dan berkualitas. Pastikan benih yang dipilih sehat, aktif, lincah, tidak memiliki cacat, dan penyakit.

Hindari juga membeli benih di tempat yang terlalu jauh agar ikan patin tidak mati di tengah jalan. Selain itu, pembelian benih harus dilakukan setelah kolam terpal siap agar ikan patin bisa langsung dimasukkan ke dalamnya.

3. Penebaran Benih

Setelah kolam dan benih siap, hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah menebar benih ke dalam kolam. Sebelum itu, pastikan di dalam kolam sudah terdapat plankton sebagai pakan alami patin.

Perhatikan juga waktu untuk menebar benih. Sama seperti budidaya ikan lainnya, menebar benih juga sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari. Di mana pada jam-jam tersebut, suhunya sedang bagus untuk tubuh ikan.

4. Pemberian Pakan

Pemberian pakan yang ideal untuk patin kecil adalah 4-5 kali setiap harinya. Namun saat mendekati masa panen, ada baiknya pemberian pakan dikurangi menjadi 3 kali sehari saja.

Itulah sejumlah cara budidaya ikan patin di kolam terpal yang bisa diterapkan para pemula. (RN)