Konten dari Pengguna

Cara Budidaya Pare Hibrida untuk Hasil Maksimal

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Ilustrasi Cara Budidaya Pare Hibrida, Foto: Pexels/Tamanna Rumee
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Budidaya Pare Hibrida, Foto: Pexels/Tamanna Rumee

Cara budidaya pare hibrida menjadi topik penting bagi para petani yang ingin memaksimalkan hasil tanam. Pare hibrida dikenal dengan keunggulannya dalam hal pertumbuhan yang lebih cepat dan hasil panen yang lebih banyak dibandingkan dengan varietas biasa.

Mengutip jurnal Intensitas Serangan Ulat Daun (Diaphania indica) pada Tanaman Pare di Desa Pekik Nyaring Kecamatan Pondok Kelapa Kab. Bengkulu Tengah, Afif Habiburrohman, (2022:145), tanaman pare (Momordica charantia) kaya akan vitamin.

Mulai dari vitamin A, vitamin B, vitamin C, dan mineral seperti kalium, fosfor, kalsium, dan zat besi.

Cara Budidaya Pare Hibrida agar Tumbuh Subur

Ilustrasi Cara Budidaya Pare Hibrida, Foto: Pexels/Tamanna Rumee

Bagaimana cara budidaya pare hibrida? Budidaya pare hibrida membutuhkan teknik yang tepat agar tanaman dapat tumbuh subur dan menghasilkan buah yang berkualitas. Berikut adalah caranya:

1. Persiapan Lahan

Lahan yang baik untuk budidaya pare hibrida harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Tanah: Gembur, subur, dan kaya akan bahan organik. pH tanah ideal antara 5,5 – 6,8.

  2. Lokasi: Pare membutuhkan sinar matahari penuh setidaknya 6-8 jam sehari.

  3. Drainase: Pastikan lahan memiliki sistem drainase yang baik agar air tidak menggenang.

Langkah persiapannya yaitu bersihkan lahan, gemburkan tanah dengan mencangkul atau membajak sedalam 30 cm dan tambahkan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang dengan dosis 10-20 ton per hektar, atau sekitar 1-2 kg per lubang tanam.

2. Pemilihan Benih

Gunakan benih pare hibrida berkualitas dari varietas unggul yang tahan terhadap hama dan penyakit. Varietas pare hibrida yang populer yaitu pare Hibrida F1. Varietas ini memiliki produktivitas tinggi dan tahan terhadap cuaca ekstrem.

Sebelum menanam, benih bisa direndam dalam air hangat selama 1-2 jam untuk mempercepat perkecambahan.

3. Penanaman Benih

Setelah lahan siap, langkah selanjutnya adalah menanam benih pare hibrida. Jarak tanamnya yaitu sekitar 75 cm x 100 cm atau 50 cm x 100 cm, tergantung pada ketersediaan lahan. Buat lubang tanam dengan kedalaman 2-3 cm.

Cara menanamnya yaitu masukkan 1-2 biji benih per lubang dan tutup lubang dengan tanah tipis dan padatkan secara ringan.

4. Pemasangan Ajir (Turus)

Pare adalah tanaman merambat, sehingga membutuhkan penyangga untuk tumbuh. Ajir atau turus sebaiknya dipasang sebelum tanaman tumbuh besar.

Bahan ajir yaitu gunakan bambu atau kayu dengan panjang 2 meter dan jarak ajir ditancapkan di dekat tanaman dengan jarak sekitar 5-10 cm dari tanaman. Biarkan tanaman merambat pada ajir saat mulai tumbuh merambat (usia 2-3 minggu).

5. Pemeliharaan Tanaman

Penerapan teknik-teknik pertanian yang tepat seperti penyiraman dan pemupukan dapat membantu mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan kualitas buah pare.

Pare membutuhkan air yang cukup, terutama saat masa perkecambahan dan pertumbuhan. Siram tanaman setiap pagi dan sore hari, tetapi pastikan tanah tidak tergenang air.

Lakukan penyiangan secara berkala untuk membersihkan gulma di sekitar tanaman. Gulma yang berlebihan dapat menghambat pertumbuhan pare karena bersaing dalam menyerap nutrisi.

Pemupukan dilakukan secara berkala dengan pupuk organik atau anorganik.

  • Pemupukan pertama pada usia tanaman 2-3 minggu setelah tanam, gunakan pupuk NPK 15-15-15 dengan dosis sekitar 10-15 gram per tanaman.

  • Pemupukan lanjutan dilakukan setiap 3-4 minggu sekali hingga tanaman berbunga dan berbuah. Dosis pupuk bisa ditingkatkan menjadi 20-25 gram per tanaman.

6. Pengendalian Hama dan Penyakit

Pare hibrida rentan terhadap hama dan penyakit seperti kutu daun, ulat, serta penyakit embun tepung dan busuk buah. Berikut beberapa langkah untuk mengendalikannya:

  • Hama: Gunakan insektisida alami seperti air sabun atau ekstrak neem (nimba). Jika serangan parah, gunakan insektisida kimia sesuai dosis.

  • Penyakit: Untuk penyakit embun tepung atau busuk buah, gunakan fungisida sesuai anjuran, dan lakukan rotasi tanaman untuk mencegah penyebaran penyakit.

7. Perawatan Lanjutan

Pare memerlukan perawatan lanjutan untuk mendapatkan hasil maksimal:

  1. Lakukan pemangkasan pada cabang yang tidak produktif untuk memfokuskan nutrisi pada cabang yang berbuah.

  2. Arahkan batang dan cabang pada ajir agar merambat dengan baik, sehingga buah yang dihasilkan tidak terganggu oleh pertumbuhan liar.

8. Pemanenan

Pare hibrida sudah bisa dipanen dalam waktu 50-60 hari setelah tanam, tergantung varietas dan kondisi pertumbuhannya.

Tanda pare siap panen yaitu buahnya sudah mencapai ukuran optimal sesuai dengan varietas (biasanya sekitar 20-30 cm panjang). Warna buah masih hijau, tetapi sudah mulai mengilap dan tekstur buah masih keras dan tidak terlalu tua.

Cara panennya yaitu potong buah dengan menggunakan pisau tajam di bagian tangkai dan lakukan panen setiap 2-3 hari sekali agar buah yang siap panen tidak terlalu tua.

9. Pasca Panen

Setelah panen, buah pare dapat disimpan di tempat yang sejuk atau langsung dijual. Agar pare tetap segar, simpan dalam tempat yang memiliki kelembapan yang baik atau di dalam kulkas.

Cara budidaya pare hibrida yang benar akan membantu petani dalam memperoleh hasil panen yang maksimal serta menjaga kesehatan tanaman.

Baca juga: 5 Penyakit Tanaman Pare yang Harus Segera Dibasmi