Cara Fermentasi Jerami dengan Garam dan Panduannya

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara fermentasi jerami dengan garam merupakan salah satu metode yang efektif untuk meningkatkan nilai gizi pakan ternak. Salah satu bahan yang sering digunakan dalam proses ini adalah garam.
Dikutip dari jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id, Pengolahan Jerami Padi dengan Cara Strawmix, jerami adalah makanan yang mengandung serat untuk ternak.
Sedangkan garam, tidak hanya berfungsi sebagai bahan pengawet, tetapi juga membantu dalam proses fermentasi untuk mengurai serat jerami saat dicampur. Sehingga lebih mudah dicerna oleh ternak.
Cara Fermentasi Jerami dengan Garam dan Panduan Lengkap
Berikut ini adalah panduan lengkap cara fermentasi jerami dengan garam. Sebelum memulainya, siapkan beberapa bahan yang dibutuhkan, antara lain:
Jerami kering (sesuai kebutuhan).
Garam kasar atau halus (1% dari berat jerami).
Air secukupnya.
Plastik atau terpal untuk menutup jerami.
Langkah-langkah fermentasi jerami dengan garam:
1. Persiapan Jerami
Jerami yang akan difermentasi sebaiknya bersih dari kotoran dan debu. Potong jerami menjadi ukuran yang lebih kecil (sekitar 5–10 cm) untuk memudahkan proses fermentasi dan meningkatkan efisiensi penggunaannya sebagai pakan.
2. Larutkan Garam dalam Air
Siapkan larutan garam dengan mencampurkan garam ke dalam air. Gunakan perbandingan 1 kg garam untuk setiap 100 kg jerami. Aduk larutan hingga garam larut sepenuhnya.
3. Penyusunan Jerami
Letakkan jerami di atas permukaan yang bersih dan datar. Taburkan larutan garam secara merata ke seluruh permukaan jerami sambil membolak-balik agar semua bagian terlapisi sempurna.
4. Proses Penutupan
Setelah jerami dilapisi larutan garam, tumpuk jerami di tempat yang kering dan tutup rapat menggunakan plastik atau terpal. Pastikan tidak ada udara yang masuk agar proses fermentasi berlangsung optimal.
5. Proses Fermentasi
Biarkan jerami difermentasi selama 7–14 hari. Selama proses ini, garam akan membantu melunakkan serat jerami dan mencegah pertumbuhan mikroorganisme yang merugikan.
6. Pemeriksaan dan Penggunaan
Setelah 7–14 hari, buka tumpukan jerami dan periksa baunya. Jerami yang sudah difermentasi biasanya memiliki aroma asam segar yang khas.
Jika jerami terlihat lembut dan tidak ada bau busuk, maka jerami siap diberikan kepada ternak seperti sapi atau kambing.
7. Keuntungan Fermentasi Jerami dengan Garam
Meningkatkan kecernaan serat jerami.
Memperpanjang masa simpan jerami.
Memenuhi kebutuhan pakan ternak yang ekonomis.
Dengan mengikuti cara fermentasi jerami dengan garam di atas, petani dapat menghasilkan pakan ternak berkualitas tinggi menggunakan jerami yang difermentasi dengan garam.
Proses ini sangat bermanfaat bagi peternak untuk meningkatkan produktivitas ternaknya. (Aya)
Baca juga: Cara Membuat Mulsa dari Jerami untuk Meningkatkan Kesuburan
