Cara Fermentasi Pakan Ayam Pabrikan yang Benar

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Fermentasi pakan ayam pabrikan menjadi semakin populer di kalangan peternak karena berbagai manfaat yang ditawarkannya. Untuk itu, ketahui cara fermentasi pakan ayam pabrikan.
Proses ini tidak hanya meningkatkan nilai nutrisi pakan, tetapi juga memperbaiki daya cerna, mengurangi bau kotoran, dan bahkan berpotensi meningkatkan kesehatan ayam.
Namun, agar manfaat ini dapat dirasakan secara optimal, proses fermentasi harus dilakukan dengan benar.
Cara Fermentasi Pakan Ayam Pabrikan
Mengutip laman distan.bulelengkab.go.id, berikut adalah langkah-langkah dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan cara fermentasi pakan ayam pabrikan:
1. Persiapan Bahan dan Alat
Langkah awal adalah menyiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan, yaitu pakan ayam pabrikan, air bersih, dan mikroorganisme starter (probiotik).
Pastikan mikroorganisme starter yang digunakan berkualitas baik dan sesuai untuk fermentasi pakan ternak. Selain itu, siapkan juga wadah fermentasi yang bersih dan tertutup rapat, seperti ember plastik atau drum.
2. Pencampuran Bahan
Campurkan pakan ayam pabrikan dengan air bersih secara bertahap hingga mencapai kelembaban yang ideal. Kelembaban yang tepat adalah ketika pakan terasa lembab, tetapi tidak becek, seperti nasi kepal.
Setelah itu, larutkan mikroorganisme starter ke dalam sedikit air sesuai dengan dosis yang dianjurkan pada kemasan, lalu campurkan secara merata ke dalam pakan yang sudah dibasahi.
3. Proses Fermentasi
Masukkan campuran pakan ke dalam wadah fermentasi dan tutup rapat. Pastikan tidak ada udara yang masuk untuk menciptakan kondisi anaerob (tanpa oksigen) yang optimal bagi pertumbuhan mikroorganisme fermentasi.
Letakkan wadah di tempat yang teduh dan memiliki suhu ruangan yang stabil.
Waktu fermentasi bervariasi tergantung pada jenis mikroorganisme starter dan suhu lingkungan, umumnya berkisar antara 24 hingga 48 jam.
4. Pengamatan dan Pengujian
Selama proses fermentasi, amati perubahan yang terjadi pada pakan. Pakan yang berhasil difermentasi akan mengeluarkan aroma asam yang khas seperti tape atau acar.
Jika tercium bau busuk, kemungkinan proses fermentasi gagal dan pakan tidak layak diberikan kepada ayam.
Peternak juga bisa melakukan pengujian sederhana dengan mengambil sedikit pakan dan meremasnya. Pakan yang difermentasi dengan baik akan terasa lebih lembut dan mudah hancur.
5. Pemberian Pakan Fermentasi
Setelah proses fermentasi selesai dan pakan menunjukkan ciri-ciri yang baik, pakan siap diberikan kepada ayam.
Berikan pakan fermentasi secara bertahap, campurkan dengan pakan kering biasa pada awalnya untuk menghindari gangguan pencernaan pada ayam. Amati respons ayam terhadap pakan fermentasi.
Dengan mengikuti cara fermentasi pakan ayam pabrikan di atas, peternak dapat merasakan manfaatnya bagi pertumbuhan dan kesehatan ayam ternak.
Baca Juga: Pakan Ayam Kampung agar Cepat Besar dan Sehat secara Alami
