Konten dari Pengguna

Cara Kerja Vertikultur yang Benar untuk Para Pemula

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Kerja Vertikultur, Unsplash/Daniel Funes Fuentes
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Kerja Vertikultur, Unsplash/Daniel Funes Fuentes

Cara kerja vertikultur memungkinkan produksi tanaman pangan bertingkat. Teknologi memungkinkan untuk mendapatkan tanaman pangan yang sehat dan subur bahkan di tengah musim dingin.

Dikutip dari situs pertanian.ngawikab.go.id, secara awam pengertian vertikultur adalah sistem budaya pertanian yang dilaksanakan secara vertikal atau bertingkat pada indoor maupun outdoor.

Umumnya vertikultur dilakukan dengan menggunakan bangunan atau model wadah tertentu untuk penanaman. Itu tergantung kondisi tempat dan keinginan setiap orang.

Cara Kerja Vertikultur

Ilustrasi Cara Kerja Vertikultur, Unsplash/Charles Etoroma

Dikutip dari situs hydro-polis.com, cara kerja vertikultur yang benar untuk para pemula atau prinsip dasar pertanian vertikal adalah menata tanaman secara vertikal, bukan horizontal.

Solusi itu menghemat banyak ruang tanpa mengurangi produktivitas. Oleh sebab itu, pertanian vertikal memberikan solusi terhadap masalah berkurangnya lahan yang cocok untuk menanam tanaman.

Produksi tanaman vertikal sebagian besar dilakukan di dalam ruangan. Sistem lingkungan yang terkendali juga menciptakan atmosfer yang optimal untuk tanaman.

Termasuk cara kerja vertikultur, pertanian vertikal tidak membutuhkan tanah. Bergantung pada metode pertanian, air disuplai langsung ke akar. Itu membantu menghemat banyak air.

Substrat diganti dengan tanah liat yang mengembang, serat kelapa, serat rami atau wol batu. Area budidaya dipisahkan dari kondisi eksternal oleh pintu air higienis khusus sehingga terlindungi dari kemungkinan ancaman.

Mengurangi dampak lingkungan adalah salah satu keuntungan signifikan dari pertanian vertikal.

Dikutip dari situs cropin.com, metode pertanian ini menggunakan teknologi CEA (Controlled Environment Agriculture) untuk memantau kelembapan, suhu, gas, dan cahaya yang dibutuhkan dalam kondisi dalam ruangan.

Dikutip dari situs pertanian.ngawi.kab.go.id, teknik penanaman secara vertikultur dalam sejarahnya dikenalkan oleh sebuah perusahaan benih di Swiss di tahun 1944.

Vertikultur lantas merajalela di Eropa yang mempunyai iklim sub-tropis dan menyebar ke seluruh dunia dengan mengusung misi ketahanan pangan di level rumah tangga.

Sistem vertikultur sekilas memang terlihat rumit tetapi sebenarnya sangat mudah dilakukan. Tingkat kesulitannya tergantung kepada sistem tambahan dan model yang dipilih untuk dipergunakan.

Dalam model yang sederhana, struktur dasar yang digunakan mudah untuk diikuti dan bahan pembuatannya mudah ditemukan sehingga dapat diterapkan di rumah-rumah.

Demikianlah penjelasan dari cara kerja vertikultur. (Mey)

Baca juga: 3 Ciri Media Tanam yang Baik dan Komposisinya agar Tanaman Tumbuh Subur