Cara Memangkas Kakao yang Benar dan Efektif

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai petani kakao, mengetahui cara memangkas kakao yang benar tidak boleh diabaikan begitu saja.
Hal tersebut karena pemangkasan bertujuan untuk mengatur struktur pohon, meningkatkan sinar matahari ke bagian tanaman, dan meminimalkan serangan hama atau penyakit.
Mengutip dari dpkp.jogjaprov.go.id, tanpa pemangkasan yang baik, tanaman kakao dapat tumbuh tidak terkontrol, mengurangi kualitas dan kuantitas hasil panen.
Cara Memangkas Kakao yang Efektif
Cara memangkas kakao tidak sama dengan memotong cabang secara sembarangan.
Pemangkasan ini memerlukan pemahaman, ketelitian, dan teknik yang benar untuk memastikan pohon kakao tumbuh sehat dan produktif.
Berikut ini beberapa hal yang perlu diketahui sebelum memangkas kakao:
1. Identifikasi cabang yang harus dipangkas
Langkah pertama dalam pemangkasan adalah mengamati pohon secara menyeluruh. Hal ini penting dilakukan untuk menentukan bagian mana yang perlu dipangkas.
Cabang-cabang yang perlu diperhatikan meliputi:
Cabang mati. Biasanya terlihat kering, rapuh, dan tidak memiliki daun. Cabang seperti ini tidak lagi mendukung pertumbuhan pohon dan hanya menghalangi distribusi nutrisi.
Cabang sakit. Cabang yang terinfeksi penyakit biasanya menunjukkan tanda-tanda seperti bercak hitam, lendir, atau serangan jamur. Menghilangkannya dapat mencegah penyebaran ke bagian lain dari pohon.
Cabang patah. Cabang yang patah akibat angin atau tekanan lainnya sering kali tidak dapat pulih dan berisiko menjadi sarang hama.
Cabang yang tumbuh ke dalam. Cabang ini sering kali menghalangi sirkulasi udara di tengah pohon. Selain itu, hal tersebut juga menciptakan lingkungan lembap yang ideal untuk penyakit dan hama.
Proses identifikasi memerlukan ketelitian karena cabang-cabang tersebut kadang sulit dikenali pada pandangan pertama. Gunakan tanda seperti pita atau kain lainnya untuk menandai cabang yang akan dipotong agar tidak ada yang terlewat.
2. Memotong cabang yang tidak diperlukan
Setelah cabang yang bermasalah teridentifikasi, proses pemangkasan dimulai.
Gunakan alat yang tajam seperti gunting pangkas atau gergaji kecil untuk memastikan potongan rapi dan tidak merusak jaringan pohon yang sehat.
Lakukan pemotongan dengan sudut 45 derajat. Teknik ini penting untuk mencegah air tergenang di luka potongan yang bisa memicu pertumbuhan jamur.
Jangan memotong terlalu dekat dengan batang utama untuk menghindari kerusakan pada jaringan yang sehat.
Sebaiknya tinggalkan sedikit sisa cabang agar luka potongan lebih cepat pulih.
Saat memotong cabang besar, lakukan dengan perlahan dan bertahap untuk menghindari keretakan yang dapat merusak batang utama.
3. Mengatur struktur pohon
Tahap ini bertujuan untuk memastikan pohon kakao memiliki bentuk yang ideal. Sebuah pohon kakao yang sehat biasanya memiliki struktur berbentuk payung dengan 3–4 cabang utama yang kuat.
Cabang utama ini berfungsi sebagai penopang bagi cabang-cabang produktif di masa depan.
Selain hal tersebut, tunas kecil yang tumbuh di bagian bawah batang (di bawah 1 meter) juga perlu dipangkas. Hal ini karena biasanya tidak menghasilkan buah tetapi menguras energi pohon.
Pangkas cabang yang tumbuh ke arah dalam atau saling bersilangan untuk menciptakan ruang bagi cahaya matahari dan sirkulasi udara yang lebih baik.
Pengaturan struktur ini akan membuat pohon kakao lebih mudah dirawat dan memaksimalkan produktivitas buah.
4. Membersihkan sisa pemangkasan
Setelah semua cabang yang diperlukan telah dipangkas, kumpulkan sisa potongan cabang.
Langkah ini tidak boleh diabaikan karena cabang-cabang mati yang dibiarkan di sekitar pohon dapat menjadi tempat berkembangnya hama atau penyakit.
Namun, jika cabang-cabang tersebut menunjukkan tanda-tanda penyakit, sebaiknya bakar cabang-cabang untuk mencegah penyebaran.
Sementara itu, jika cabang sehat makan potongan kecilnya dapat dijadikan mulsa untuk meningkatkan kesuburan tanah.
Proses pembersihan ini juga membantu menjaga kebersihan area kebun dan mencegah kontaminasi tanaman lainnya.
5. Perawatan setelah pemangkasan
Pemangkasan tidak berakhir setelah cabang dipotong. Pohon membutuhkan perawatan lebih lanjut untuk pulih dari proses tersebut.
Oleskan fungisida pada luka potongan untuk melindungi pohon dari serangan jamur atau bakteri.
Selain itu, berikan pupuk organik atau kompos untuk mendukung pertumbuhan cabang baru.
Pantau pohon secara berkala untuk memastikan tidak ada tanda-tanda stres atau serangan penyakit setelah pemangkasan.
Dengan menerapkan cara memangkas kakao secara benar, petani dapat memastikan pohon tetap sehat dan hasil panen lebih optimal. Selamat mencoba! (rudin)
Baca Juga: Cara Memangkas Coklat Criollo dengan Benar, Asal, dan Keistimewaannya
