Cara Membuat Fungisida Alami untuk Tanaman

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara membuat fungisida alami merupakan alternatif yang ramah lingkungan untuk melindungi tanaman dari serangan jamur dan penyakit tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya.
Mengutip dari buku Mini Smart Book Biologi SMA, Drs. Agus Sartono, (2015), fungisida merupakan pestisida yang digunakan untuk mengontrol atau memberantas cendawan yang dianggap sebagai wabah atau penyakit.
Cara Membuat Fungisida Alami
Berikut adalah cara membuat fungisida alami menggunakan bahan yang mudah ditemukan di sekitar.
1. Persiapan Bahan
Bahan utama untuk membuat fungisida alami adalah kunyit, jahe, dan lengkuas. Masing-masing bahan diambil sebanyak 50 gram. Bahan-bahan ini dipilih karena memiliki sifat antijamur yang dapat membantu mengatasi serangan cendawan pada tanaman.
Selain itu, kunyit juga memiliki sifat antibakteri yang baik, sementara jahe dan lengkuas mengandung senyawa yang dapat memperkuat daya tahan tanaman terhadap patogen.
2. Pengolahan Bahan
Setelah bahan terkumpul, langkah pertama adalah mencuci kunyit, jahe, dan lengkuas hingga bersih dari kotoran. Kemudian, bahan-bahan tersebut diparut atau diblender.
Jika menggunakan blender, potong-potong bahan menjadi bagian kecil agar lebih mudah dihaluskan. Proses penghalusan ini penting agar senyawa aktif dalam bahan tersebut dapat terlarut sempurna dalam air dan bekerja dengan efektif.
3. Penyaringan dan Pengambilan Larutan
Setelah bahan halus, larutan tersebut harus disaring untuk memisahkan ampas dari cairannya. Penyaringan bertujuan agar tidak ada ampas yang tersisa, yang dapat menyumbat alat semprot atau mengganggu aplikasinya pada tanaman.
Larutan yang tersisa merupakan ekstrak alami yang mengandung senyawa antijamur dari kunyit, jahe, dan lengkuas. Ekstrak ini siap digunakan untuk pengobatan tanaman.
4. Penyimpanan dan Penggunaan
Fungisida alami ini tidak dapat disimpan lama, jadi sebaiknya digunakan segera setelah dibuat. Untuk aplikasinya, larutan fungisida alami dicampur dengan air bersih, dengan perbandingan 10 ml larutan per 1 liter air.
Setelah tercampur rata, fungisida ini siap untuk disemprotkan pada tanaman. Aplikasi bisa dilakukan dengan dua cara: menyemprotkan larutan pada daun dan batang tanaman, atau menyiramkannya pada media tanam di sekitar akar.
Penyemprotan dilakukan setiap 4 hari sekali, terutama di musim hujan saat tanaman lebih rentan terhadap serangan jamur.
Itulah penjelasan mengenai cara membuat fungisida alami untuk tanaman.
Baca Juga: Cara Membuat Pestisida Nabati dari Lengkuas, Mudah dan Efektif
