Konten dari Pengguna

Cara Membuat Pupuk Eco Farming yang Ampuh

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Iluatrasi Cara Membuat Pupuk Eco Farming yang Ampuh, Unsplash/CDC
zoom-in-whitePerbesar
Iluatrasi Cara Membuat Pupuk Eco Farming yang Ampuh, Unsplash/CDC

Cara membuat pupuk eco farming bertujuan untuk menciptakan pupuk organik yang dapat meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman secara alami.

Mengutip dari buku Budi Daya Bawang Merah, Prof. Dr. Ir. Maryati, M.P., dkk, (2024), pupuk eco farming merupakan pupuk baru yang beredar di tingkat petani, yang diklaim dapat meningkatkan daya serap.

Cara Membuat Pupuk Eco Farming

Ilustrasi Cara Membuat Pupuk Eco Farming, Unsplash/CDC

Untuk membuat pupuk Eco Farming yang efektif dan ramah lingkungan, berikut adalah cara membuat pupuk eco farming yang perlu dilakukan:

1. Persiapan Bahan Baku

Bahan utama dalam pembuatan pupuk Eco Farming terdiri dari kotoran ternak seperti sapi, kambing, atau ayam yang sudah kering, jerami, arang sekam, dedak, dan bahan organik lainnya seperti daun-daunan atau limbah pertanian.

Selain itu, dekomposer alami seperti EM4 diperlukan untuk mempercepat penguraian bahan organik menjadi pupuk yang kaya akan mikroorganisme​.

2. Pencampuran Bahan

Kotoran ternak dicampur dengan bahan organik lainnya seperti jerami dan arang sekam. Campuran ini bertujuan untuk meningkatkan struktur dan aerasi tanah.

Setelah bahan tercampur rata, tambahkan larutan dekomposer yang terbuat dari EM4, yang telah dicampur dengan air dan gula pasir.

Gula bertindak sebagai sumber makanan bagi mikroorganisme pengurai, mempercepat proses fermentasi dan penguraian bahan-bahan organik​.

3. Proses Fermentasi

Campuran bahan yang telah dipersiapkan kemudian ditempatkan dalam wadah tertutup atau tumpukan yang terlindung dari sinar matahari langsung. Proses fermentasi ini berlangsung selama 2 hingga 4 minggu, tergantung pada suhu dan kelembapan.

Penting untuk menjaga kelembapan campuran, namun hindari terlalu basah, agar mikroorganisme dapat bekerja optimal dalam menguraikan bahan organik​

4. Aplikasi pada Tanah

Setelah proses fermentasi selesai, pupuk yang dihasilkan siap untuk digunakan. Pupuk ini kaya akan mikroorganisme aktif yang dapat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kandungan bahan organik, serta membantu menyeimbangkan pH tanah.

Dengan penggunaan rutin, pupuk Eco Farming ini akan meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki daya serap air, dan mendukung kesehatan tanaman secara keseluruhan.

Itulah penjelasan mengenai cara membuat pupuk eco farming yang ampuh. (Sl)

Baca Juga: 3 Cara Membuat Pupuk Vektor yang Mudah untuk Pemula