Konten dari Pengguna

Cara Membuat Ragi Alami Sourdough dengan Benar

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Membuat Ragi Alami Sourdough, Pexels/Cats Coming
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Membuat Ragi Alami Sourdough, Pexels/Cats Coming

Roti sourdough yang berkualitas dibuat menggunakan ragi alami, bakteri baik yang hadir karena pencampuran air dan tepung supaya dapat difermentasi. Maka dari itu, banyak yang ingin mengetahui cara membuat ragi alami sourdough.

Ragi alami yang biasanya digunakan dalam pembuatan roti sourdough disebut juga dengan starter sourdough. Ragi alami sangat baik digunakan dalam pembuatan roti, hal ini karena ragi alami difermentasi secara alami dan mengandung nilai gizi tinggi.

Mengutip dari Jurnal Pariwisata dan Bisnis, Nataresa, dkk. (2023), zaman dahulu, roti dibuat dengan mencampurkan tepung dan air, lalu membiarkannya hingga ragi liar mulai memfermentasi. Ragi itulah yang disebut dengan ragi alami.

Cara Membuat Ragi Alami Sourdough

Ilustrasi Cara Membuat Ragi Alami Sourdough, Pexels/Monserrat Soldú

Cara membuat ragi alami sourdough atau starter sourdough tidak rumit, yaitu hanya dengan menggunakan campuran tepung terigu dan air. Alat dan bahan yang digunakan untuk membuat ragi alami sourdough:

  • Wadah kaca atau plastik.

  • Tepung terigu (whole wheat atau tepung terigu serbaguna).

  • Air (lebih baik menggunakan air bebas klorin, bisa menggunakan air matang atau air mineral).

Setelah menyiapkan bahan-bahan tersebut, inilah langkah pembuatannya.

Hari 1

Pada hari pertama, lakukan langkah-langkah berikut ini.

  1. Siapkan wadah kaca atau plastik.

  2. Campurkan 50 gram tepung terigu dengan 50 ml air.

  3. Aduk rata hingga tidak ada gumpalan tepung.

  4. Tutup wadah dengan kain bersih atau penutup longgar (jangan terlalu rapat agar starter bisa bernapas).

  5. Tempatkan wadah di tempat yang hangat (sekitar 20-24°C) selama 24 jam.

Hari 2

Pada hari kedua, lakukan langkah-langkah berikut ini.

  1. Periksa dan tambahkan tepung dan air. Jika tidak ada tanda-tanda gelembung atau perubahan bau (biasanya sedikit asam), jangan khawatir. Tambahkan lagi 50 gram tepung dan 50 ml air ke dalam starter.

  2. Kemudian kembali aduk rata dan tutup kembali dengan kain atau penutup longgar.

  3. Diamkan starter di tempat yang hangat selama 24 jam lagi.

Hari 3 dan Seterusnya

Pada hari ketiga dan seterusnya, lakukan langkah-langkah berikut ini.

  1. Setelah 2-3 hari, starter akan mulai menunjukkan tanda-tanda aktivitas, seperti: gelembung-gelembung kecil, bau yang sedikit asam, dan sedikit peningkatan volume.

  2. Buang setengah dari starter (sekitar 100 gram) dan tambahkan 50 gram tepung dan 50 ml air ke dalam wadah.

  3. Aduk rata. Lakukan proses ini setiap hari untuk memberi makan ragi dan bakteri dengan tepung segar.

  4. Lanjutkan memberi makan starter setiap 24 jam. Starter yang aktif dan siap digunakan biasanya membutuhkan waktu sekitar 5-7 hari.

Ciri-Ciri Starter yang Siap Digunakan

Ilustrasi Cara Membuat Ragi Alami Sourdough, Pexels/Manish Jain

Setelah membuat ragi alami sourdough, ketahui tanda bahwa starter sudah siap digunakan, yakni:

  • Berbau asam, karena starter akan memiliki bau asam yang khas, seperti yogurt atau cuka, tetapi tidak terlalu busuk.

  • Starter akan memiliki banyak gelembung kecil yang menandakan fermentasi aktif.

  • Setelah diberi makan, starter akan menggandakan ukurannya dalam waktu sekitar 4-6 jam.

Itulah penjelasan tentang cara membuat ragi alami sourdough yang perlu dipahami sebelum membuat roti sourdough. Selamat mencoba! (BrenNs)

Baca Juga: 12 Cara Memindahkan Belut ke Ember dengan Tepat agar Tidak Stres