Cara Menanam Cabai Pakai Mulsa yang Benar

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara menanam cabai pakai mulsa merupakan metode budidaya yang banyak dipilih karena mampu menjaga kualitas tanah dan mengurangi risiko serangan hama.
Metode ini juga dinilai mampu meningkatkan efisiensi pemupukan sekaligus melindungi tanaman dari serangan hama tertentu.
Keberhasilan budidaya cabai dengan teknik ini sangat dipengaruhi oleh tahapan persiapan lahan, pemilihan bibit, hingga perawatan yang dilakukan secara konsisten
Cara Menanam Cabai Pakai Mulsa
Berikut adalah cara menanam cabai pakai mulsa yang bisa diterapkan untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman yang maksimal, dikutip dari pertanian.magelangkota.go.id.
1. Pemilihan Bibit dan Persemaian
Langkah awal dimulai dengan memilih benih yang memiliki daya tumbuh tinggi. Untuk lahan sekitar satu hektar, kebutuhan benih biasanya berkisar 100–125 gram.
Buat bedengan persemaian dengan arah memanjang dari utara ke selatan agar sinar matahari merata. Gunakan campuran tanah gembur dan kompos steril dengan perbandingan sama sebagai media tanam.
Taburkan benih secara merata, tutup tipis dengan tanah, lalu jaga kelembapannya melalui penyiraman teratur. Bibit siap dipindahkan ke lahan utama setelah berumur sekitar 30–35 hari dan memiliki 5–6 helai daun sehat.
2. Pengolahan Lahan dan Pemasangan Mulsa
Bersihkan lahan dari sisa tanaman sebelumnya lalu gemburkan tanah hingga kedalaman sekitar 30–40 cm. Bentuk bedengan selebar 1–1,2 meter dengan tinggi 40–50 cm agar drainase terjaga.
Jika tanah terlalu masam, taburkan kapur pertanian setidaknya dua minggu sebelum penanaman. Berikan pupuk kandang sebagai nutrisi awal, kemudian pasang mulsa plastik hitam perak di atas bedengan.
Lubang tanam dibuat dengan jarak 60–70 cm menggunakan alat pembolong yang dipanaskan, lalu bibit dimasukkan ke dalam lubang keesokan harinya.
3. Pemeliharaan Tanaman hingga Panen
Perawatan meliputi penyulaman bibit yang mati maksimal dua minggu setelah penanaman, pemasangan ajir bambu untuk menopang batang, serta penyiraman rutin terutama di musim kemarau.
Penggunaan mulsa dapat meminimalkan pertumbuhan tanaman liar, tetapi ketika curah hujan tinggi, pengelolaan aliran air di lahan menjadi penting agar tanah tidak terlalu basah.
Pemupukan dilakukan dua tahap, yakni sebelum mulsa terpasang dan satu bulan setelah tanam. Panen dilakukan saat buah matang sempurna, sedangkan buah yang rusak sebaiknya dipisahkan untuk menjaga kualitas hasil.
Penerapan cara menanam cabai pakai mulsa yang tepat dapat membantu meningkatkan produktivitas sekaligus mempertahankan kualitas cabai hingga masa panen. (Shofia)
Baca Juga: 2 Cara Membuat Penjepit Mulsa dari Bambu yang Praktis dan Ramah Lingkungan
