Cara Mengatasi Minyak Goreng yang Berbusa saat Menggoreng Makanan

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Minyak goreng yang berbusa saat menggoreng makanan sering membuat dapur jadi kotor dan hasil masakan kurang renyah. Masalah ini bisa ditangani dengan cara mengatasi minyak goreng yang berbusa secara tepat.
Busa biasanya muncul karena bahan masih mengandung air, sisa tepung yang lepas, atau minyak yang sudah terlalu sering digunakan. Jika tidak segera ditangani, minyak bisa cepat rusak dan makanan ikut terpengaruh.
Oleh karena itu, penting memahami penyebab serta langkah pencegahannya sejak awal. Dengan penanganan yang sesuai, minyak tetap jernih, proses memasak lebih nyaman, dan hasil gorengan pun tetap berkualitas.
Cara Mengatasi Minyak Goreng yang Berbusa
Busa pada minyak goreng saat memasak bisa dikendalikan dengan teknik tertentu. Merujuk pada laman gyros.farm dan frymax.co.uk, inilah beberapa cara mengatasi minyak goreng yang berbusa agar tetap aman dipakai:
1. Hentikan Pemanasan dan Biarkan Suhu Minyak Menurun
Saat minyak mulai berbusa, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mematikan api. Penurunan suhu akan memperlambat reaksi degradasi minyak yang menghasilkan gelembung dan memperparah pembentukan busa.
2. Singkirkan Sisa Gorengan atau Partikel Terbakar
Remah gorengan yang tertinggal menjadi pusat degradasi termal dan pemicu busa. Angkat partikel tersebut menggunakan saringan atau sendok berlubang untuk mengurangi reaksi oksidasi dan pembentukan senyawa polimer.
3. Taburkan Sedikit Garam untuk Menstabilkan Minyak
Garam bersifat higroskopis dan menyerap kelembapan sisa dari bahan makanan. Taburan ringan garam ke permukaan minyak membantu meredakan busa dengan mengurangi kandungan air mikroskopis dalam minyak panas.
4. Tambahkan Minyak Baru agar Komposisi Lebih Seimbang
Minyak lama cenderung jenuh oleh senyawa teroksidasi. Menambahkan sedikit minyak baru akan membantu mengencerkan kandungan polimerisasi, menstabilkan suhu, dan mengurangi viskositas yang membentuk busa.
5. Saring Minyak Hangat untuk Memisahkan Zat Pengotor
Penyaringan saat minyak masih hangat membantu menghilangkan senyawa karbonisasi dan zat padat terlarut. Proses ini menjaga kestabilan kimia minyak sekaligus memperlambat kerusakan akibat kontaminasi mikro dan panas.
Upaya untuk Mencegah Minyak Goreng Berbusa
Setelah membahas cara mengatasi minyak yang sudah berbusa, penting pula mengetahui langkah pencegahannya. Dikutip dari laman frymax.co.uk dan rti.inc, berikut adalah upaya mencegah minyak berbusa sebelum dipakai:
1. Keringkan Bahan Makanan Sebelum Digoreng
Air yang tersisa pada bahan makanan akan bereaksi dengan minyak panas, menghasilkan uap dan busa. Karena itu, mengeringkan bahan dengan tisu dapur membantu mencegah percikan dan pembentukan busa berlebihan.
2. Gunakan Api Sedang dan Stabil saat Menggoreng
Suhu terlalu tinggi mempercepat oksidasi lemak dan pembentukan senyawa seperti akrolein. Dengan menjaga suhu pada kisaran 170–180°C, kestabilan minyak tetap terjaga dan pembentukan senyawa pemicu busa bisa ditekan.
3. Kibaskan Sisa Tepung Berlebih Sebelum Digoreng
Partikel tepung longgar mudah terbakar dalam minyak panas, membentuk karbon terlarut yang menginisiasi pembentukan busa. Untuk mencegahnya, bahan berbalut tepung sebaiknya dikibaskan agar minyak tetap bersih.
4. Gunakan Wajan dan Alat yang Kering serta Bebas Sabun
Residu air dan sabun pada alat masak mempercepat degradasi minyak. Oleh karena itu, pastikan untuk menggunakan alat masak yang kering dan bersih, untuk mencegah reaksi kimia yang memicu busa saat pemanasan.
5. Saring Minyak Secara Berkala Setelah Digunakan
Minyak bekas mengandung sisa makanan yang terbakar. Dengan menyaring minyak saat masih hangat, partikel akan terangkat dan kestabilan fisikokimia minyak tetap terjaga untuk penggunaan berikutnya tanpa busa.
Itulah beberapa cara mengatasi minyak goreng yang berbusa saat memasak. Semoga bermanfaat bagi yang sering menggoreng, terutama untuk menjaga keamanan pangan dan mencegah pemborosan minyak. (NF)
Baca juga: Cara Goreng Cireng agar Tidak Lembek dan Tidak Menyerap Banyak Minyak
