Konten dari Pengguna

Cara Menggoreng Perkedel agar Tidak Pecah untuk Pemula

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Menggoreng Perkedel agar Tidak Pecah. Pexels/Su La Pyae
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Menggoreng Perkedel agar Tidak Pecah. Pexels/Su La Pyae

Perkedel terbuat dari kentang tumbuk atau tahu adalah lauk favorit banyak orang. Bagi pemula, menggoreng perkedel seringkali jadi tantangan. Untuk itu, ikuti cara menggoreng perkedel agar tidak pecah yang mudah ini.

Mengutip buku Variasi Perkedel oleh Nyonya Rumah (2002), perkedel adalah hidangan yang berasal dari kata fricadel.

Makanan ini dibuat dari kentang yang digoreng atau direbus lalu dihaluskan, kemudian dicampur dengan daging giling dan dibumbui merica, bawang putih, dan garam. Setelah itu, adonan dibentuk pipih bundar, dilumuri telur kocok, lalu digoreng.

Cara Menggoreng Perkedel agar Tidak Pecah

Ilustrasi Cara Menggoreng Perkedel agar Tidak Pecah. Pexels/Rachel Claire

Perkedel gampang pecah saat digoreng, bikin tampilannya jadi kurang menarik. Jangan khawatir, ada beberapa trik jitu yang bisa diikuti agar perkedelmu mulus dan tidak pecah! Inilah cara menggoreng perkedel agar tidak pecah.

1. Perhatikan Konsistensi Adonan

Ini adalah kunci utama! Adonan perkedel yang terlalu lembek sangat rentan pecah. Pastikan kentang yang sudah direbus ditumbuk hingga benar-benar halus, lalu peras airnya jika terlalu berair.

Jika menggunakan tahu, pastikan tahu ditumbuk hingga halus dan diperas juga airnya.

Tambahkan sedikit tepung terigu atau tepung roti sebagai pengikat. Cukup sekitar 1-2 sendok makan untuk perkedel kentang, dan sesuaikan untuk tahu. Uleni adonan hingga kalis dan bisa dibentuk.

2. Bentuk Perkedel dengan Padat

Setelah adonan siap, bentuk perkedel dengan ukuran yang seragam dan padat.

Tekan-tekan adonan saat membentuknya agar tidak ada rongga udara di dalamnya. Rongga udara bisa menyebabkan perkedel pecah saat terkena panas minyak. Pemasak bisa membentuknya bulat pipih atau bulat lonjong sesuai selera.

3. Simpan di Kulkas Sebelum Digoreng

Setelah perkedel dibentuk, masukkan ke dalam kulkas selama minimal 15-30 menit. Proses ini akan membantu adonan menjadi lebih set dan padat, sehingga tidak mudah hancur saat digoreng. Ini trik sederhana tapi efektif banget!

4. Panaskan Minyak dengan Suhu Tepat

Panaskan minyak dalam jumlah yang cukup banyak agar perkedel terendam sempurna. Pastikan minyak sudah benar-benar panas sebelum perkedel masuk.

Minyak yang kurang panas akan membuat perkedel menyerap banyak minyak dan jadi lembek, sementara minyak terlalu panas bisa membuat bagian luar cepat gosong tapi dalamnya belum matang.

5. Jangan Bolak-balik Perkedel Terlalu Sering

Saat menggoreng perkedel, jangan terlalu sering membolak-baliknya. Biarkan satu sisi matang sempurna dan berwarna keemasan, baru balikkan ke sisi lainnya.

Membolak-balik terlalu sering bisa membuat perkedel rusak dan pecah. Goreng hingga kedua sisi matang merata dan berwarna keemasan.

Dengan mengikuti tips di atas, para pemula pasti bisa menghasilkan perkedel yang cantik, kokoh, dan pastinya lezat. Selamat mencoba!

Baca Juga: Perkedel yang Sudah Digoreng Tahan Berapa Lama? Ini Jawabannya