Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Cara Menghangatkan Wajik Ketan yang Benar agar Tidak Basi
1 April 2025 12:55 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Wajik ketan adalah makanan tradisional Indonesia yang memiliki rasa manis dan tekstur kenyal. Namun, seiring waktu, wajik ketan yang telah dibuat bisa menjadi keras. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui cara menghangatkan wajik ketan yang benar.
ADVERTISEMENT
Mengutip Jurnal Agritepa, Reni Yunita & Hesti Nur’aini, (2018: 130), Wajik adalah panganan semi basah yang berwarna kecokelatan karena hasil pengolahan beras ketan, gula merah, dan santan kelapa.
Cara Menghangatkan Wajik Ketan yang Benar
Menghangatkan wajik ketan tidak hanya sekadar memanaskannya, tetapi juga perlu perhatian agar teksturnya tetap lembut. Berikut adalah cara menghangatkan wajik ketan yang benar agar tidak basi.
1. Menggunakan Pengukus
Untuk menghangatkan wajik ketan menggunakan pengukus, pertama-tama didihkan air dalam panci pengukus. Setelah air mendidih, letakkan wajik ketan di dalam saringan pengukus, lalu tutup rapat pengukusnya.
Biarkan wajik ketan terhangatkan selama 10-15 menit. Pastikan untuk memeriksa kelembapan wajik ketan agar tetap lembut dan tidak kering, serta balik sesekali jika perlu untuk memastikan pemanasan merata.
ADVERTISEMENT
2. Menggunakan Oven
Panaskan oven terlebih dahulu pada suhu 150°C. Setelah itu, letakkan wajik ketan di dalam loyang atau wadah tahan panas dan tutup dengan aluminium foil. Panggang wajik ketan selama 10-15 menit atau hingga terasa cukup hangat.
Setelah dihangatkan, pastikan untuk segera mengonsumsinya. Namun, jika wajik masih dalam porsi banyak dan harus disimpan lagi, letakkan ke dalam wadah kedap udara ketika kondisinya sudah dingin.
Jika wajik ketan mengeluarkan bau yang tidak sedap, hal ini menandakan bahwa makanan tersebut sudah mulai basi. Tekstur wajik yang basi biasanya terlalu lembek atau lengket, dan jika ditarik akan terlihat lendir.
Apabila wajik ketan sudah menunjukkan tanda tersebut, sebaiknya jangan dikonsumsi atau dihangatkan lagi karena bisa menyebabkan gangguan kesehatan. Oleh sebab itu, selalu periksa kondisi wajik sebelum dikonsumsi kembali.
ADVERTISEMENT
Demikianlah cara menghangatkan wajik ketan yang benar agar tidak basi. Dengan pengolahan dan penyimpanan yang tepat, wajik ketan dapat tetap enak meskipun sudah cukup lama disimpan. (Nab)