Cara Merawat Burung Hantu Serak Jawa agar Jinak dan Sehat

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara merawat burung hantu serak Jawa perlu diketahui oleh siapa pun yang tertarik memelihara burung unik ini. Burung ini dikenal sebagai predator malam dengan karakter tenang namun tetap liar dan membutuhkan perhatian khusus.
Perawatan yang tidak tepat bisa memengaruhi kondisi fisik dan mental burung hantu serak Jawa.
Cara Merawat Burung Hantu Serak Jawa
Cara merawat burung hantu serak Jawa harus dimulai dari pemahaman akan kebiasaan alaminya sebagai hewan nokturnal.
Mengutip dari laman ditjenbun.pertanian.go.id, burung ini memerlukan makanan yang sesuai dengan ukuran tubuh dan jenis spesiesnya agar tetap sehat.
Pada umumnya, burung hantu serak Jawa dewasa membutuhkan makan dua kali dalam sehari dengan porsi yang disesuaikan.
Untuk burung hantu kecil, pakan yang direkomendasikan adalah satu hingga dua ekor tikus putih atau sepuluh hingga lima belas ekor jangkrik per hari.
Jika yang dipelihara adalah burung hantu berukuran besar, maka pemberian pakan bisa berupa tiga hingga tujuh ekor tikus putih atau delapan hingga sepuluh ekor burung puyuh dalam satu hari.
Pemberian pakan harus dilakukan secara rutin dan teratur untuk menjaga metabolisme dan kesehatan pencernaannya.
Setelah kebutuhan makan terpenuhi, bagian penting lainnya adalah tempat bertengger atau perching yang nyaman dan stabil.
Burung hantu membutuhkan tempat bertengger agar bisa beristirahat dan menjaga kestabilan posisi tubuh saat tidak aktif.
Letak tempat bertengger sebaiknya berada di area tenang dengan pencahayaan yang minim agar mendukung sifat alami burunggar mendukung sifat alami burung hantu yang lebih aktif di malam hari.
Lingkungan yang gelap dan tenang akan membuat burung merasa aman dan mengurangi stres akibat suara atau cahaya berlebih.
Untuk menjaga kesehatannya, burung hantu serak jawa tidak boleh dijemur langsung di bawah sinar matahari karena bulunya sensitif. Setelah dimandikan, burung perlu dijemur sekitar sepuluh menit untuk memastikan bulunya benar-benar kering.
Lingkungan kandang harus dijaga agar tetap bersih dan tidak terlalu terang guna menjaga kestabilan emosi burung.
Pemilik sebaiknya berinteraksi secara lembut dan penuh kesabaran untuk membangun kepercayaan burung terhadap manusia. Komunikasi rutin dan perlakuan yang konsisten akan membantu burung menjadi lebih jinak dan responsif terhadap pemiliknya.
Burung hantu juga memiliki insting berburu yang tajam, sehingga tetap harus diwaspadai terutama jika ada hewan kecil lain di sekitar rumah.
Penting untuk memastikan bahwa memelihara burung hantu tidak membahayakan keamanan lingkungan sekitar, baik untuk hewan peliharaan lain maupun manusia.
Cara merawat burung hantu serak jawa tidak boleh dianggap remeh karena menyangkut tanggung jawab terhadap makhluk hidup.
Jika berencana memeliharanya, pastikan siap secara mental dan fisik agar burung hantu serak jawa bisa hidup dengan layak. (Khoirul)
Baca Juga: Cara Ternak Kenari di Sangkar Harian untuk Pemula
