Cara Panen Bawang Merah yang Baik dan Benar

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bawang merah merupakan salah satu bumbu dapur yang sering digunakan sebagai bumbu masakan. Untuk mendapat hasil maksimal, para petani perlu mengetahui cara panen bawang merah yang baik dan benar.
Dengan menerapkan cara panen yang benar, bawang merah yang dihasilkan akan lebih berkualitas.
Simak sejumlah cara panen bawang merah yang baik dan benar dalam ulasan di bawah ini.
Cara Panen Bawang Merah
Dikutip dari buku Kiat Sukses Budidaya Bawang Merah karya Noor Fajjriyah dkk. (2017), bawang merah merupakan salah satu bumbu yang memiliki manfaat untuk kesehatan manusia.
Oleh karena itu, bawang merah menjadi komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dibudidayakan oleh petani. Untuk mendapatkan bawang merah yang berkualitas baik dan tahan lama, dibutuhkan proses panen yang tepat.
Berikut ini adalah sejumlah cara panen bawang merah yang baik dan benar.
1. Waktu Panen
Waktu panen bawang merah sangat menentukan kualitas dan kuantitas hasil panen. Jika terlalu cepat atau terlambat, umbi bawang merah bisa rusak atau tidak tumbuh optimal. Umumnya, waktu panen bawang merah adalah 50-90 hari setelah tanam.
2. Cara Panen
Setelah menentukan waktu panen yang tepat, langkah selanjutnya adalah melakukan pemanenan dengan cara yang benar. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa diterapkan:
Pilih hari yang cerah untuk melakukan pemanenan. Hindari pemanenan saat hujan atau basah karena bisa menyebabkan umbi busuk atau berjamur.
Siapkan alat panen yang sesuai, seperti cangkul, pisau, keranjang, atau karung. Pastikan alat-alat tersebut bersih dan steril agar tidak menularkan penyakit atau hama.
Lakukan pemanenan dengan hati-hati dan tidak terburu-buru. Cabut seluruh bagian rumpun tanaman secara manual dengan tangan sehingga umbi dan akar tercabut bersama.
Panen seluruh petak tanaman secara serentak untuk mendapatkan hasil yang seragam. Jika ada tanaman yang belum matang atau sakit, pisahkan dari tanaman yang sehat.
Untuk tujuan bibit, pilih umbi bawang merah yang sehat, besar, dan berbiji banyak. Panen pada siang hari dan sehari sebelumnya jangan disiram.
3. Penanganan Pasca Panen
Setelah melakukan pemanenan, langkah berikutnya adalah melakukan penanganan pasca panen bawang merah agar hasil panen tetap awet dan berkualitas.
Ikat umbi bawang merah dengan tali bambu atau alang-alang pada bagian pucuk daun sekitar 3-5 cm dari ujung daun.
Letakkan ikatan bawang merah di bawah sinar matahari selama 2-3 hari sampai tanah yang menempel pada umbi mengering dan mudah dilepaskan. Pelayuan berfungsi untuk menutup luka pada umbi akibat pemanenan.
Susun ikatan bawang merah di atas alas daun atau anyaman bambu di tempat yang kering dan terbuka. Jangan menumpuk ikatan bawang merah agar daun cepat kering dan merata.
Bersihkan umbi bawang merah dari kotoran yang menempel. Potong bagian akar dengan pisau kecil atau alat potong. Lepas daun-daun kering dari umbi. Pisahkan umbi bawang merah protolan (daun lepas).
Baca juga: Cara Budidaya Lombok Toraja yang Super Pedas
Itulah penjelasan mengenai cara panen bawang merah yang baik dan benar. Selamat mencoba! (WWN)
