Konten dari Pengguna

Cara Pemupukan Tanaman Kentang yang Benar

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Pemupukan Tanaman Kentang, Freepik/Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Pemupukan Tanaman Kentang, Freepik/Freepik

Cara pemupukan tanaman kentang merupakan salah satu cara untuk mencegah terjadinya kekurangan unsur hara yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman.

Tanaman kentang (Solanum tuberosum) membutuhkan nutrisi yang cukup agar dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan umbi yang berkualitas.

Cara Pemupukan Tanaman Kentang

Ilustrasi Cara Pemupukan Tanaman Kentang, Freepik/Wirestock

Cara pemupukan tanaman kentang memerlukam perencanaan yang matang dalam memilih jenis pupuk dan dosis yang sesuai dengan kebutuhan tanaman agar dapat menghasilkan umbi yang berkualitas.

Mengutip distan.bulelengkab.go.id, langkah penting yang perlu diperhatikan dalam budidaya tanaman kentang adalah pemupukam dasar.

Pupuk dasar harus ditaburkan secara merata di atas bedengan. Pilihan terbaik untuk pupuk dasar adalah pupuk kandang yang telah matang dengan dosis sekitar 20-30 ton per hektar lahan.

Selain itu, petani juga dapat menambahkan pupuk NPK sebanyak 300-350 kg per hektar lahan.

Setelah penaburan pupuk, tutup dengan tanah untuk melindunginya agar tidak tergerus oleh air hujan. Biarkan pupuk ini selama 10-15 hari sebelum proses penanaman dimulai.

Selanjutnya, pemupukan dilakukan setelah penanaman. Pemupukan susulan ini sangat dibutuhkan agar tanaman kentang dapat tumbuh optimal dan menghasilkan panen yang melimpah.

Pemupukan susulan harus dilakukan secara rutin setiap 20 hari sekali, dimulai dari masa tanam. Berikut adalah dosis pemupukan yang direkomendasikan:

  • Pupuk Urea : 500 kg per hektar

  • Pupuk ZA (Zam-Zam) : 150 kg per hektar

  • Pupuk KCl : 100 kg per hektar

  • Pupuk SP36 : 400 kg per hektar

Penting untuk memperhatikan jenis dan dosis pupuk yang digunakan. Setiap jenis pupuk memiliki fungsi yang berbeda dalam mendukung pertumbuhan tanaman.

Pupuk Urea berfungsi sebagai sumber nitrogen yang sangat penting untuk pertumbuhan vegetatif. Pupuk ZA juga mengandung nitrogen, tetapi dengan tambahan unsur sulfur yang mendukung pembentukan protein dalam tanaman.

Pupuk KCl memberikan kalium yang membantu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap stres lingkungan, sedangkan pupuk SP36 mengandung fosfor yang penting untuk perkembangan akar dan pembungaan.

Oleh karena itu, pemupukan dilakukan pada saat kondisi tanah tidak terlalu kering atau terlalu basah. Hal ini untuk memastikan bahwa pupuk dapat diserap dengan baik oleh akar tanaman.

Sebelum pemupukan, pastikan untuk melakukan analisis tanah agar dapat mengetahui kebutuhan nutrisi spesifik dari lahan yang akan ditanami.

Petani harus memiliki pengetahuan tentang nutrisi tanaman, memahami kondisi tanah dan iklim, serta memiliki keterampilan dalam mengamati pertumbuhan tanaman.

Demikian penjelasan tentang cara pemupukan tanaman kentang yang benar. Dengan mengikuti cara terebut, petani akan menghasilkan panen yang melimpah, baik secara kualitas maupun kuantitas. (Suci)

Baca juga: Cara Pengolahan Tanah pada Tanaman Kentang dengan Mudah