Konten dari Pengguna

Ciri-Ciri Santan Basi di Kulkas, Bahaya untuk Kesehatan

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ciri-Ciri Santan Basi di Kulkas. Unsplash/Ryutaro Uozumi
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ciri-Ciri Santan Basi di Kulkas. Unsplash/Ryutaro Uozumi

Santan segar memiliki umur simpan yang relatif singkat, bahkan di dalam kulkas. Mengenali ciri-ciri santan basi di kulkas sangat penting untuk mencegah risiko kesehatan yang tidak diinginkan.

Santan adalah bahan pokok dalam banyak masakan Asia Tenggara, memberikan cita rasa gurih dan tekstur creamy yang khas.

Mengutip buku Gerakan Nasional Santan Eksklusif oleh dr. Zainal Gani (2021), santan merupakan ekstrak kental berwarna putih yang terbuat dari daging kelapa tua, dengan atau tanpa penambahan air dalam proses pembuatannya.

Ciri-Ciri Santan Basi di Kulkas

Ilustrasi Ciri-Ciri Santan Basi di Kulkas. Unsplash/pixagrum

Mengonsumsi santan yang sudah tidak layak dapat menyebabkan gangguan pencernaan hingga keracunan makanan. Lantas, apa saja ciri-ciri santan basi di kulkas?

1. Perubahan Bau Santan

Salah satu ciri paling kentara dari santan basi adalah perubahan bau. Santan segar memiliki aroma kelapa yang harum dan sedikit manis.

Jika tercium bau asam, apek, tengik, atau bahkan busuk, dapat dipastikan santan tersebut sudah basi. Bau ini sering kali menjadi indikindikasi awal sebelum perubahan fisik lainnya terlihat. Jangan pernah mencoba mencicipi santan yang baunya sudah tidak normal.

2. Perubahan Tekstur Santan

Selain bau, perubahan tekstur juga merupakan tanda santan basi. Santan segar umumnya cair dan homogen. Ketika mulai basi, santan bisa menjadi lebih kental, menggumpal, atau bahkan terpisah menjadi lapisan-lapisan yang jelas antara air dan bagian padatnya.

Munculnya lendir atau busa di permukaan juga menjadi indikator kuat bahwa santan sudah tidak layak konsumsi. Tekstur yang tidak biasa ini menunjukkan adanya pertumbuhan bakteri atau jamur.

3. Perubahan Warna Santan

Perubahan warna juga perlu diperhatikan. Santan segar berwarna putih bersih atau sedikit krem.

Jika santan berubah menjadi kekuningan, keabu-abuan, atau bahkan kehijauan, ini adalah tanda yang jelas bahwa santan tersebut sudah basi. Warna yang tidak wajar ini sering kali disertai dengan bintik-bintik hitam atau kehijauan, yang menunjukkan adanya jamur.

Mengonsumsi santan basi dapat berdampak serius pada kesehatan. Bakteri dan mikroorganisme yang tumbuh dalam santan basi dapat memicu gangguan pencernaan seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut.

Dalam kasus yang lebih parah, keracunan makanan dapat terjadi, yang membutuhkan penanganan medis. Oleh karena itu, selalu periksa santan dengan teliti sebelum digunakan. Jika ragu, lebih baik buang saja daripada mengambil risiko kesehatan.

Demikian ciri-ciri santan basi di kulkas dan bahayanya bagi kesehatan manusia. Untuk memperpanjang umur simpan, simpan santan di wadah kedap udara di bagian kulkas yang paling dingin dan gunakan secepatnya setelah dibuka.

Baca Juga: Cara Mengentalkan Santan untuk Aneka Resep Makanan dan Minuman