Ciri Murai Batu Cacingan dan Cara Mengatasinya

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Murai batu yang terkena cacingan biasanya disebabkan oleh lingkungan kandang yang kotor dan jarang dibersihkan. Akibatnya, parasit berbahaya seperti cacing pun akan menyerang burung tersebut.
Mengetahui ciri murai batu cacingan menjadi salah satu langkah tepat bagi pemilik untuk menemukan cara mengatasinya. Simak pembahasannya di sini.
Ciri Murai Batu Cacingan
Dikutip dari buku Budi Daya Segala Jenis Burung Kicauan karya Ardi Widianto, murai batu adalah burung kicau yang cerdas dan disukai oleh masyarakat Indonesia karena memiliki suara merdu dan variatif.
Selain itu, murai batu juga memiliki fisik yang menawan, di mana bulunya yang mengkilap dipadu dengan ekor panjang.
Meski begitu, burung murai batu juga rentan terkena penyakit, seperti cacingan. Ada beberapa ciri murai batu cacingan yang perlu diketahui pemilik untuk menemukan cara mengatasinya. Berikut penjelasannya.
1. Sering Ngantuk
Ciri murai batu cacingan yang pertama adalah sering terlihat ngantuk meski di siang hari. Burung yang sehat biasanya aktif dan ceria, terutama saat matahari terbit hingga sore hari.
Namun, jika murai batu peliharaan terlihat mengantuk, lesu, dan tidak ber-aktivitas maaka bisa dipastikan kondisinya sedang tidak sehat.
Ngantuk di siang hari juga sering dikaitkan dengan adanya infeksi parasit yang mengganggu sistem metabolisme burung.
2. Kurus
Murai batu yang cacingan juga dapat terlihat dari kondisi fisiknya. Meskipun nafsu makan stabil dan terlihat lahap, burung yang terkena parasit ini akan tetap terlihat kurus dan kurang gizi dari hari ke hari. Akibatnya, keindahan tampilannya akan hilang.
3. Mengalami Masalah Pencernaan
Masalah pencernaan seperti susah buang kotoran juga menjadi ciri murai batu cacingan. Jika seperti ini, burung bisa mengalami penurunan kesehatan, dan akhirnya berujung pada kematian.
4. Nyilet
Nyilet adalah kondisi di mana murai batu mengalami dehidrasi parah sehingga otot dada akan menipis, dan membuat tulangnya menonjol tajam seperti silet. Kondisi ini sangat berbahaya karena bisa menunjukkan bahwa burung sedang kehilangan cairan dan nutrisi.
5. Bulu Rontok
Ciri murai batu cacingan yang terakhir adalah mengalami kerontokan bulu. Biasanya, hal ini disebabkan oleh kurangnya asupan nutrisi, sehingga membuat keindahan bulu mereka terancam.
Cara Mengatasi Murai Batu Cacingan
Penyakit cacingan pada murai batu dapat menjadi masalah tersendiri. Kalau dibiarkan, hal tersebut berisiko memicu kematian.
Oleh karena itu, pemilik bisa memberikan vitamin dan suplemen secara rutin pada burung murai yang terinfeksi cacingan. Tujuannya untuk membunuh parasit tersebut.
Demikian pembahasan mengenai ciri murai batu cacingan beserta cara mengatasinya. (RN)
