Konten dari Pengguna

Daging Kurban Awet Berapa Lama? Ini Penjelasannya

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Daging Kurban Awet Berapa Lama, Foto: Unsplash/Eiliv Aceron
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Daging Kurban Awet Berapa Lama, Foto: Unsplash/Eiliv Aceron

Daging kurban menjadi salah satu hidangan istimewa yang banyak dinantikan saat momen Iduladha tiba. Namun, salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah daginf kurban awet berapa lama saat disimpan.

Mengutip Jurnal Budimas, Muhammad Tho’in, dkk., (2022: 2), Qurban berasal dari kata "Qarroba-Yuqorribu-Qurbaanan" yang berarti mendekatkan diri, yaitu sebagai bentuk syukur dan ketaatan kepada Allah SWT.

Daging Kurban Awet Berapa Lama?

Ilustrasi Daging Kurban Awet Berapa Lama, Foto: Unsplash/Wesual Click

Daging kurban awet berapa lama? Jika daging kurban dibiarkan pada suhu ruang, masa ketahanannya sangat singkat, hanya sekitar 2-4 jam. Setelah itu, bakteri mula berkembang biak dengan cepat.

Apabila daging kurban disimpan di kulkas, dapat bertahan selama 3-5 hari. Suhu dingin memperlambat pertumbuhan bakteri dan menjaga kesegaran daging, tapi tidak menghentikannya sepenuhnya.

Jika ingin menyimpannya lebih lama, dapat dimasukkan dalam freezer. Dalam kondisi ini, daging dapat bertahan hingga 6 bulan. Pembekuan mampu menghentikan pertumbuhan mikroorganisme dan memperlambat proses pembusukan.

Faktor yang Mempengaruhi Ketahanan Daging Kurban

Ilustrasi Daging Kurban Awet Berapa Lama, Foto: Unsplash/henry perks

Ketahanan daging kurban dapat dipengaruh oleh beberapa faktor. Berikut adalah hal yang mempengaruhi ketahanan daging kurban saat disimpan.

1. Kebersihan saat Pemotongan

Daging yang berasal dari hewan kurban harus ditangani secara higienis. Alat-alat pemotong, tangan penyembelih, dan tempat pemotongan harus bersih untuk mencegah kontaminasi bakteri.

2. Kelembapan

Daging yang dibiarkan dalam kondisi lembap atau terkena air terus-menerus akan lebih cepat rusak. Kelembapan bisa menstimulasi pertumbuhan jamur dan bakteri, terutama jika daging disimpan tanpa pengemasan yang benar.

3. Jenis Daging

Daging tanpa lemak atau daging merah cenderung lebih tahan lama daripada bagian dalam (jeroan) atau bagian yang banyak mengandung lemak. Sementara potongan kecil cenderung lebih cepat dingin atau beku sehingga bisa lebih tahan lama.

4. Pengemasan

Pengemasan yang rapat, seperti menggunakan plastik kedap udara (vacuum sealer), bisa mencegah oksidasi dan masuknya bakteri dari luar. Hindari menggunakan kantong plastik biasa, karena bisa mengandung bahan kimia berbahaya.

Jadi, daging kurban awet berapa lama? Ketahanan daging kurban dapat bervariasi tergantung lokasi penyimpanan dan beberapa faktor lain. Oleh sebab itu, sebaiknya segera olah daging kurban setelah mendapatkannya. (Nab)

Baca Juga: 3 Penyebab Daging Alot saat Dimasak dan Tips Mengolahnya dengan Benar