3 Penyebab Daging Alot saat Dimasak dan Tips Mengolahnya dengan Benar

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daging merupakan bahan makanan yang kaya akan protein. Namun, saat memasak daging, seringkali hasilnya menjadi alot. Untuk itu, penyebab daging alot saat dimasak dan tips mengolahnya dengan benar perlu diketahui.
Mengutip dari jurnal Tips Untuk Mengolah Daging Agar Empuk dan Tidak Bau, oleh Maksum Rangkuti, (2024), dalam situs fahum.umsu.ac.id, mengolah daging agar lunak dan tidak berbau memerlukan beberapa teknik khusus.
Daging yang dibeli konsumen terkadang terasa keras meskipun telah dimasak dalam waktu lama. Namun, dalam banyak kasus, teksturnya masih tetap alot dan kurang empuk. Maka dari itu, penyebabnya perlu diketahui.
Penyebab Daging Alot saat Dimasak
Daging menjadi alot karena beberapa alasan. Mengutip dari situs saddlebackbbq.com, inilah penyebab daging alot saat dimasak:
1. Jaringan Ikat (Kulit Keperakan)
Jaringan ikat adalah struktur berbasis protein yang ditemukan di dalam otot dan di antara otot dan kulit. Jika melihat bagian yang memiliki kepadatan jaringan ikat tinggi, maka akan melihat 'kulit keperakan' di atas daging.
Meskipun memotong bagian dapat membantu melunakkan daging, hal ini tidak akan menyelesaikan masalah karena kemungkinan besar ini adalah lemak intramuskular dan tersebar di seluruh bagian daging.
Cara terbaik untuk menangani potongan seperti ini adalah dengan memasaknya dengan api kecil. Jika memasak pada suhu tinggi dalam waktu singkat, daging akan tetap alot.
2. Otot yang Mengerut
Mengolah hewan sebelum mencapai rigor mortis akan menyebabkan daging mengerut dan menjadi lebih alot. Ini berarti memasak hewan segera setelah dipanen akan menghasilkan produk akhir yang lebih buruk.
Setelah proses rigor mortis terjadi, daging tidak akan mengerut saat terkena panas atau dipotong. Artinya, daging akan jauh lebih empuk.
3. Lemak pada Daging
Aspek utama dalam hal lemak adalah jumlah marbling. Marbling adalah faktor terpenting dalam menentukan pemeringkatan daging.
Tips Mengolah Daging dengan Benar
Daging yang empuk dan sedikit berair adalah hidangan yang lezat. mengutip dari situs munchery.com, inilah beberapa tips mengolah daging dengan benar.
1. Biarkan Daging Mencapai Suhu Ruangan sebelum Dimasak
Pernyataan tentang daging harus langsung dari lemari es ke penggorengan, itu sama sekali tidak benar.
Membiarkan daging berada di suhu ruangan terlebih dahulu hingga mencapai sekitar 72 derajat akan menghasilkan tekstur yang baik. Daging tidak hanya akan lebih berair dan lebih beraroma, tetapi juga akan matang secara merata.
2. Pertahankan Rasa yang Sederhana
Daging berkualitas tidak perlu banyak dimanipulasi. Jangan merasa perlu membumbui daging atau unggas yang sumbernya mengandung terlalu banyak herba, rempah, atau saus. Bumbui dengan sederhana saja.
3. Menyerap Kelembaban Berlebih sebelum Memasak
Saat memasak daging dalam wajan penggorengan, hal ini memungkinkan terjadinya kontak langsung antara daging dan permukaan memasak.
Bagian luar yang kering akan mengalami karamelisasi yang lebih baik karena hanya ada sedikit uap yang perlu dikeluarkan karena kandungan air.
4. Jangan Memasak Daging Terlalu Lama
Ketika memasak daging terlalu lama, sari daging alami akan matang, sehingga menghasilkan rasa yang lebih sedikit dan tekstur yang lebih keras.
Biarkan daging menjadi yang terbaik, yaitu berair, lezat, dan mudah diatur dengan pisau steak. Jika memasak dengan waktu yang sangat singkat, maka akan membuat makanan yang tidak akan menghabiskan banyak waktu.
Demikianlah penyebab daging alot saat dimasak dan tips mengolahnya dengan benar. Pahami metode memasak daging yang tepat. Metode memasak yang berbeda dapat mempengaruhi kualitas dan kesehatan daging. (IF)
Baca juga: Cara Memilih Daging yang Baik dan Berkualitas
