Kelebihan dan Kekurangan Aeroponik yang Wajib Diketahui Petani

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Aeroponik merupakan salah satu inovasi dalam proses budidaya tanaman dengan memanfaatkan teknologi serta ilmu pengetahuan. Secara umum ada beberapa kelebihan dan kekurangan aeroponik.
Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dari sistem ini maka harus mengetahui lebih dulu bagaimana sistem ini bekerja. Untuk lebih jelasnya, simak dalam pembahasan berikut ini.
Kelebihan dan Kekurangan Aeroponik
Dikutip dari buku Paradigma Baru Pembelajaran IPA Terapan karya Rernat Sajidan dkk., (2023) aeroponik adalah sistem hidroponik yang ditambahkan modifikasi pengabutan dari penyiraman zat hara serta ditambahkan secara segera di atas akar.
Akar tanaman ditanam dalam larutan nutrisi yang disemprotkan secara berkala. Metode ini semakin populer karena menawarkan beberapa keuntungan dibandingkan dengan metode budidaya tradisional.
Ada beberapa kelebihan dan kekurangan aeroponik, berikut adalah beberapa di antaranya.
1. Kelebihan Aeroponik
Hemat air karena aeroponik menggunakan 90% lebih sedikit air dibandingkan dengan budidaya tradisional. Hal ini sangat bermanfaat di daerah dengan sumber daya air yang terbatas.
Lebih cepat panen karena tanaman yang ditanam dengan aeroponik dapat tumbuh lebih cepat dan panen lebih awal dibandingkan dengan tanaman yang ditanam di tanah.
Hasil panen lebih tinggi mengingat aeroponik memungkinkan tanaman untuk mendapatkan nutrisi yang mereka butuhkan secara lebih efisien sehingga menghasilkan panen yang lebih tinggi.
Lebih ramah lingkungan karena sistem aeroponik tidak memerlukan penggunaan pestisida dan pupuk kimia sehingga lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan budidaya tradisional.
Lebih mudah dikelola karena metode aeroponik tidak memerlukan banyak tenaga kerja dan peralatan sehingga lebih mudah dikelola dibandingkan dengan budidaya tradisional.
2. Kekurangan Aeroponik
Biaya awal tinggi karena harus membangun sistem aeroponik yang mana membutuhkan biaya lebih dibandingkan dengan budidaya tradisional.
Membutuhkan listrik karena sistem aeroponik membutuhkan listrik untuk mengoperasikan pompa dan sistem penyiraman.
Risiko tinggi karena tanaman yang ditanam dengan aeroponik lebih rentan terhadap penyakit dan hama.
Membutuhkan keterampilan teknis untuk mengoperasikan sistem aeroponik dengan benar.
Baca juga: Bagaimana Cara Kerja Hidroponik? Inilah Jawabannya
Aeroponik dapat menjadi metode budidaya tanaman yang menguntungkan bagi petani.
Dengan mempelajari kelebihan dan kekurangan aeroponik, petani dapat memutuskan apakah aeroponik adalah pilihan yang tepat untuk mereka. (WWN)
