Kenapa Perkedel Jagung Hancur saat Digoreng? Ini Jawabannya

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Siapa yang tidak suka perkedel jagung? Camilan gurih nan renyah ini sering jadi favorit banyak orang. Namun, tak jarang yang mengalami kegagalan saat menggorengnya: perkedel malah hancur berantakan di wajan. Kira-kira kenapa perkedel jagung hancur saat digoreng?
Mengutip laman Teknik Panen dan Penanganan Pasca Panen Kentang oleh Mulyati Muhammad Tahir, Jabal Rahmat Ashar (2024), perkedel adalah gorengan gurih yang terbuat dari kentang tumbuk berbumbu, cocok disantap dengan aneka hidangan seperti nasi goreng, sambal goreng ati, atau sayur lodeh.
Kenapa Perkedel Jagung Hancur saat Digoreng?
Kenapa perkedel jagung hancur saat digoreng? Inilah alasan yang menyebabkan perkedel jagung jadi mudah pecah.
1. Adonan Terlalu Basah
Penyebab paling umum perkedel jagung hancur adalah adonan yang terlalu basah.
Kandungan air berlebih pada adonan akan membuat perkedel tidak punya struktur yang cukup kokoh saat terkena minyak panas. Pastikan untuk meniriskan jagung dengan baik setelah dicuci atau dihaluskan.
Jika menggunakan jagung kalengan, pastikan airnya benar-benar tuntas. Penambahan sayuran lain yang mengandung banyak air, seperti wortel parut, juga bisa berkontribusi pada adonan yang lembek.
2. Kurangnya Bahan Pengikat
Selain adonan basah, kurangnya bahan pengikat juga jadi biang keladi. Telur dan tepung adalah dua bahan penting yang berfungsi sebagai "lem" dalam adonan perkedel. Jika jumlahnya tidak sesuai, adonan akan sulit menyatu dan mudah buyar saat digoreng.
Jangan pelit menambahkan telur atau tepung, tapi juga jangan berlebihan agar tekstur perkedel tidak jadi terlalu padat.
Gunakan tepung terigu, tepung beras, atau campuran keduanya untuk mendapatkan tekstur yang pas.
3. Minyak Kurang Panas atau Terlalu Banyak
Suhu minyak saat menggoreng juga sangat krusial. Jika minyak kurang panas, perkedel akan menyerap terlalu banyak minyak dan jadi lembek, sehingga mudah hancur.
Sebaliknya, jika minyak terlalu banyak atau suhu terlalu tinggi, bagian luar perkedel akan cepat gosong sementara bagian dalamnya belum matang sempurna dan rentan pecah.
Pastikan minyak sudah cukup panas sebelum perkedel masuk, yaitu sekitar 170-180 derajat Celcius. Bisa mengetesnya dengan sedikit adonan; jika langsung mengapung dan berbuih, berarti sudah siap.
4. Proses Membalik yang Terlalu Cepat
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah terlalu cepat membalik perkedel.
Biarkan satu sisi perkedel matang dan berwarna keemasan serta membentuk "kulit" yang kokoh sebelum membaliknya.
Membalik terlalu dini akan membuat perkedel pecah karena bagian dalamnya belum cukup matang dan kuat. Gunakan spatula yang lebar dan hati-hati saat membalik.
Dengan memperhatikan faktor-faktor di atas, siapa saja bisa membuat perkedel jagung yang kokoh, renyah di luar, dan lembut di dalam. Selamat mencoba!
Baca Juga: Perkedel yang Sudah Digoreng Tahan Berapa Lama? Ini Jawabannya
