Konten dari Pengguna

Mengenal Jenis Jangkrik yang Banyak Dibudidayakan

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jenis jangkrik. Foto: StillWorld/Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jenis jangkrik. Foto: StillWorld/Pixabay

Ada berbagai jenis jangkrik budidaya, contohnya, jangkrik alam serta jangkrik kalung. Keduanya memiliki ciri fisik yang khas sehingga mudah dibedakan. Dahulu serangga tersebut dikenal sebagai hama. Namun, kini justru kerap dimanfaatkan sebagai pakan hewan peliharaan serta umpang memancing.

Untuk mengetahui jenis-jenis jangkrik yang cocok dibudidayakan, simak ulasan berikut.

Jenis Jangkrik yang Banyak Dibudidayakan

Ilustrasi jenis jangkrik. Foto: Bergadder/Pixabay

Jangkrik berkerabat dekat dengan belalang dan termasuk kelompok omnivora. Tampilan fisik hewan ini sangat khas yaitu bertubuh rata dengan antena panjang. Demikian ulasan dalam situs primata.ipb.ac.id.

Tak hanya itu, jangkrik jantan pun biasanya akan mengeluarkan suara sebagai media komunikasi.

Di Indonesia terdapat lebih dari seratus jenis jangkrik. Akan tetapi, spesies yang biasa dibudidayakan hanya beberapa jenis. Berikut ragam jangkrik budidaya beserta ciri-cirinya.

1. Jangkrik Kalung

Jangkrik kalung merupakan spesies jangkrik yang kerap dijadikan aduan. Ciri yang paling menonjol yaitu adanya garis putih melingkari tubuh ketika masih kecil.

Sementara saat beranjak dewasa, kaki serta lehernya mulai mengeras dan lingkaran putih tersebut akan memudar berganti menjadi warna hitam.

Jangkrik jenis ini tidak disukai burung kicau karena tingginya kandungan air yang ada dalam tubuh. Pemanenan dilakukan ketika usia jangkrik 25-30 hari terhitung sejak telur menetas.

2. Jangkrik Alam

Berikutnya ada jangkrik alam yang banyak ditemukan di kawasan lembap seperti ladang, tepi rawa, atau sawah. Warna jangkrik ini kekuningan atau agak keabuan. Jangkrik alam terbilang amat produktif sebab sudah bisa dipanen ketika telah berusia sekitar 28 hari.

3. Jangkrik Jaliteng

Jangkrik jaliteng berwarna hitam mengkilat dengan sedikit warna kuning pada ujung sayap bagian atas. Spesies ini pun biasa dijadikan sebagai jangkrik aduan karena karakternya yang tidak mudah stres, pemberani, gampang dipelihara, dan mampu mengeluarkan suara nyaring. Jaliteng bisa menghasilkan 60-100 telur.

4. Jangkrik Seliring

Jangkrik seliring berwarna hitam kecokelatan dengan leher lebih lunak serta ukuran lebih kecil daripada jangkrik kalung. Spesies ini pun mempunyai garis putih yang melingkari tubuh ketika masih kecil yang memudar ketika berusia 20 harian. Seliring dipanen saat usianya lebih dari sebulan.

5. Jangkrik Jerabang

Jangkrik jerabang berwarna merah bata mengkilap, bertubuh kokoh, tetapi tidak gesit dan kurang berani. Ukuran tubuh jerabang lebih kecil dari jaliteng sehingga banyak diminati sebagai pakan ikan hias atau burung.

6. Jangkrik Kidang

Jangkrik kidang sempat langka karena kerap diburu manusia. Namun, saat ini sudah mulai dibudidayakan kembali. Jangkrik kidang akan mengeluarkan suara nyaring, terlebih ketika musim kawin. Dalam waktu sekitar satu bulan, spesies ini sudah siap panen. Jangkrik kidang kerap dimanfaatkan sebagai obat dan pakan hewan peliharaan.

7. Jangkrik Upa

Jangkrik upa berbentuk pipih kecil dengan warna putih pucat dan tampak tidak kokoh. Ia memakan sisa nasi atau upa dan biasa dijumpai di dalam rumah atau sela batu bata. Sayangnya, jenis jangkrik ini kurang disukai oleh burung kicau sebab tubuhnya berbau cukup menyengat.

8. Jangkrik Gangsir

Jangkrik jenis ini kurang diminati oleh para peternak burung kicau dan tak cocok dijadikan pakan. Selain ukurannya yang besar, dalam tubuhnya pun terkandung sejenis zat yang memabukkan sehingga membahayakan kesehatan burung serta hewan peliharaan lain.

Kendati ada berbagai jenis jangkrik, tetapi hanya segelintir saja yang cocok dijadikan pakan hewan peliharaan. Selain sebagai pakan, hewan nokturnal ini pun sering dimanfaatkan untuk umpang pancing yang disukai banyak jenis ikan. (DN)