Konten dari Pengguna

Panduan Menggambar Tekstur Kain pada Lukisan

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi: Panduan Menggambar Tekstur Kain pada Lukisan. Sumber: Karolina Grabowska/Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Panduan Menggambar Tekstur Kain pada Lukisan. Sumber: Karolina Grabowska/Pexels.com

Melukis kain dengan menonjolkan bagian tekstur kain membutuhkan penguasaan teknik menggambar yang tepat. Desainer ketika menggambar kain untuk detail tekstur lipatan kain, biasanya memakai teknik draperi kain. Lebih jelasnya, pahami panduan menggambar tekstur kain pada lukisan di sini!

Panduan menggambar Tekstur Kain pada Lukisan

Sumber: Panduan Menggambar Tekstur Kain pada Lukisan. Sumber: Michael Burrows/Pexels.com

Fitinline.com dalam buku berjudul Menggambar Desain Fesyen menjelaskan bahwa kain mempunyai tekstur dan sifat yang berbeda-beda, maka saat ingin menggambarnya maka harus tahu cara menggambar kain sesuai dengan tekstur dan sifatnya.

Meski tidak sama persis, tetapi gambar setidaknya bisa dimengerti oleh orang lain. Contohnya, ingin menggambar kain sutra, maka gambar harus menggambarkan tekstur dari kain sutra tersebut.

Irfan Abdul Rohman dalam buku berjudul Drawing Magic: Panduan Menggambar Ilustrasi dan Wajah dengan Pensil menjelaskan bahwa latihan menggambar kain difokuskan pada pengarsiran tekstur kain, inilah langkah-langkahnya:

Langkah Pertama

Memulai memberi arsiran tipis di gambar dasar kain yang telah dibuat desainnya terlebih dahulu. Langkah pertama bisa diawali dengan mengarsir lipatan kain bagian objek paling depan.

Gunakan pensil 2B dan beri arsiran tipis sejajar dengan aras arsiran vertikal atau dari atas ke bawah. Kemudian pertebal arsir di bagian lipatan kain atau bagian pertemuan gelombang kain.

Langkah Kedua

proses pengarsiran selanjutnya di bagian samping-samping kain. Teknik arsiran hampir sama dengan cara sebelumnya, namun arsiran kali ini di bagian ada lipatan kain yang menekuk.

Maka dari itu beri arsiran yang sesuai dan mengikuti pola lipatan yang telah ada. Sisakan objek putih untuk dijadikan bagian yang terang dan bias cahaya.

Langkah Ketiga

Detailkan semua objek dan lanjutnya pengarsiran pada bagian selanjutnya di bagian bawah kain. Perhatikan bagian gelap dan tenang pada kain yang digambar. Inti dari bayangan atau shading dan sisakan juga bagian putih untuk kesan cahaya.

Menggambar Kain dengan Cara Arsir Drapery

Pada penggambaran kain harus mempelajari draperi kain. Kain bersifat halus, lentur, dan tipis mempunyai perlakuan arsir yang bisa disesuaikan dengan sifat objek. Contoh tahapannya adalah:

  1. Perhatikan pola dasar kain yang digantung biasanya adalah menjulur mengalir ke bawah sebab adanya gaya gravitasi bumi.

  2. Proses pengarsiran diawali dari bagian atas atau sisi kain terlebih dulu. Selanjutnya lakukan pengarsiran di bagian yang lain. Padatkan arsir memakai pensil 4B-6/7B.

  3. Tambahkan juga bayangan pada bentuk kain memakai arsir padat dan lebih pekat memakai pensil 7/8B.

Demikianlah penjelasan tentang panduan menggambar tekstur kain pada lukisan yang mudah. Semoga membantu! (eK)