Konten dari Pengguna

Penyebab Tanaman Terong Layu dan Cara Mengatasinya

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Penyebab Tanaman Terong Layu dan Cara Mengatasinya, Unsplash/Malu Carriquiry
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Penyebab Tanaman Terong Layu dan Cara Mengatasinya, Unsplash/Malu Carriquiry

Penyebab tanaman terong layu dapat menimbulkan kerugian besar jika tidak segera diatasi. Kondisi ini membuat tanaman kehilangan kekuatan dan kemampuan untuk tumbuh dengan baik, yang pada akhirnya mengurangi hasil panen.

Penting bagi petani untuk segera mengenali gejala layu pada tanaman terong dan mengambil tindakan pengendalian yang tepat. Dengan penanganan yang cepat dan akurat, risiko penyebaran penyakit dapat diminimalkan.

Penyebab Tanaman Terong Layu dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi Penyebab Tanaman Terong Layu dan Cara Mengatasinya, Unsplash/monoar

Mengutip dari buku 3 Jurus Mengendalikan Hama pada Tanaman Terung, Inggar Anggraeni, 2023, tanaman terong merupakan tanaman tropis yang banyak ditemukan dan dibudidaya- kan di Indonesia.

Tanaman terong yang layu bisa disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur, dan cara membedakannya adalah dengan mencabut tanaman bergejala dan memeriksa akarnya.

Prosesnya dimulai dengan mencabut tanaman yang menunjukkan gejala layu dan memotong akarnya. Jika potongan akar mengeluarkan lendir yang berbau, maka kemungkinan besar penyebabnya adalah bakteri patogen.

Selanjutnya, potongan akar tersebut dicelupkan ke dalam air selama beberapa menit. Jika terlihat adanya asap yang muncul dari air, maka hal ini mengindikasikan bahwa bakteri adalah penyebab utama penyakit tersebut.

Sebaliknya, jika tanaman terinfeksi jamur, potongan akar tidak akan mengeluarkan lendir atau bau, dan saat dimasukkan ke air, tidak akan timbul asap. Selain itu, infeksi bakteri biasanya berkembang lebih cepat dibandingkan infeksi jamur.

Tanaman yang terinfeksi jamur akan menunjukkan gejala layu pada siang hari, tetapi tampak segar kembali di sore hari.

Cara Mengatasi Tanaman Terong Layu

Ilustrasi Cara Mengatasinya, Unsplash/Getty Images

Setiap jenis infeksi memerlukan penanganan yang berbeda. Layu akibat bakteri biasanya menyerang lebih cepat, sedangkan infeksi jamur sering kali terjadi secara bertahap. Berikut adalah cara mengatasi tanaman terong layu akibat bakteri dan jamur

Layu Akibat Bakteri

Untuk mengendalikan penyakit layu bakteri pada tanaman terong, beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut.

  • Mengaplikasikan agensia hayati seperti Pseudomonas fluorescens dan Bacillus subtilis.

  • Menggunakan pupuk kandang yang sudah terfermentasi dengan baik.

  • Mengaplikasikan pupuk urea secukupnya agar tidak berlebihan.

  • Mencelupkan bibit ke dalam bakterisida dengan bahan aktif agrimycin sebelum ditanam.

  • Mengatur sistem irigasi agar tanaman tidak tergenang, karena kondisi tergenang bisa memperparah infeksi bakteri.

Layu Akibat Jamur

Jika tanaman terinfeksi jamur patogen, langkah-langkah pengendalian yang dapat diambil adalah sebagai berikut.

  • Menggunakan varietas tanaman yang tahan terhadap serangan jamur.

  • Mengaplikasikan fungisida yang sesuai.

  • Mengendalikan nematoda di dalam tanah, karena luka pada akar akibat nematoda dapat memicu infeksi jamur. Mengurangi jumlah nematoda dapat menurunkan risiko infeksi jamur di perakaran.

  • Mengaplikasikan Trichoderma sp. sebagai agen pengendalian hayati.

  • Menggunakan alat pertanian yang bersih dan steril untuk mencegah penyebaran jamur.

  • Menanam benih yang sehat untuk mengurangi potensi infeksi sejak awal.

Itulah penyebab tanaman terong layu dan cara mengatasinya.

Baca Juga: 2 Penyebab Gagal Panen Jamur Tiram yang Perlu Diwaspadai