Perawatan Murai Batu Mabung yang Tepat, Wajib Diketahui Pemilik Burung

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Burung murai batu merupakan salah satu jenis burung kicauan yang menjadi favorit pecinta burung. Hal tersebut karena bentuknya dan juga suaranya yang merdu. Pecinta burung murai batu wajib tahu perawatan murai batu mabung.
Perawatan burung saat mabung harus tepat, karena jika salah perawatan maka akan mengganggu proses pertumbuhan dari bulu burung tersebut.
Perawatan Murai Batu Mabung yang Tepat
Dikutip dari Buku Pintar Merawat dan Melatih Burung Kicauan karya Anang Dewanto dan Maloedyn Sitanggang, (2009) mabung adalah masa rontok bulu. Hal ini merupakan hal yang akan dialami oleh setiap unggas.
Bagi pecinta burung kicauan masa ini merupakan salah satu masa kritis karena kondisi burung akan menjadi lemah dan malas berbunyi. Oleh sebab itu diperlukan perawatan yang tepat. Berikut cara perawatan murai batu mabung yang benar.
1. Tempatkan di Lokasi yang Tenang dan Jauh dari Gangguan
Hal ini untuk mengurangi stres dan membuat burung lebih nyaman beristirahat. Hindari menempatkan murai batu di dekat burung lain yang sedang gacor atau berisik, karena dapat membuat murai batu iri dan ingin ikut berkicau.
2. Kurangi Intensitas Mandi dan Berjemur
Cara ini bertujuan menghemat energi dan mencegah dehidrasi pada burung. Mandi dan menjemur dapat membuat bulu-bulu rontok lebih cepat, namun juga dapat membuat kulit burung kering dan iritasi.
3. Berikan Pakan yang Bergizi
Langkah ini bisa menjadi sarana memenuhi nutrisi dan menjaga kesehatan pencernaan burung. Pakan utama murai batu adalah voer atau por yang dicampur dengan susu bubuk. Pakan tambahan atau extra fooding (EF) adalah jangkrik, kroto, ulat hongkong, buah-buahan, dan sayuran.
Berikan pakan utama dua kali sehari (pagi dan sore) dan pakan tambahan sesuai dengan porsi dan frekuensi yang biasa diberikan. Kurangi kadar protein pada pakan tambahan agar burung tidak naik birahi saat mabung.
4. Berikan Vitamin
Hal ini bertujuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mempercepat proses penumbuhan bulu baru. Vitamin atau suplemen dapat berupa multivitamin, vitamin C, vitamin E, minyak ikan, madu, atau spirulina.
5. Lakukan Pemasteran Secara Rutin dan Teratur
Langkah ini bisa menjaga mental dan kualitas suara burung. Pemasteran adalah proses memberikan suara burung lain yang dianggap bagus dan cocok untuk murai batu.
Pemasteran dapat dilakukan dengan cara memutar rekaman suara burung, menempatkan burung master di dekat sangkar murai batu, atau membawa murai batu ke tempat yang banyak burung berkicau.
Baca juga: Cara Merawat Burung Pipit Hitam supaya Rajin Berkicau
Demikian adalah uraian mengenai tata cara perawatan murai batu mabung yang benar agar tidak mengganggu proses mabung dan membuat burung stress. (WWN)
