Persiapan Kolam Terpal sebelum Tebar Benih Nila dan Perawatannya

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Persiapan kolam terpal sebelum tebar benih nila sangat penting dilakukan secara benar agar ikan tidak mati. Budidaya ikan nila menggunakan kolam terpal semakin diminati karena metode ini lebih praktis dan ekonomis dibanding kolam tanah atau beton.
Namun, keberhasilan budidaya sangat bergantung pada tahap awal, yaitu persiapan kolam yang optimal sebelum menebar benih. Persiapan yang buruk bisa menyebabkan masalah kualitas air, stres pada ikan, hingga kegagalan panen.
Persiapan Kolam Terpal sebelum Tebar Benih Nila
Terdapat berbagai persiapan yang bisa dilakukan sebelum tebar benih nila. Inilah persiapan kolam terpal sebelum tebar benih nila dan perawatannya berdasarkan situs backyardtilapia.
1. Pembersihan dan Sterilisasi
Persiapan pertama adalah pembersihan dan sterilisasi. Sebelum diisi air, pastikan kolam dibersihkan dari kotoran atau zat kimia berbahaya. Kolam dapat disikat dengan larutan kalium permanganat (KMnO4) untuk sterilisasi.
2. Pengisian Air Awal
Langkah kedua adalah pengisian air. Isilah kolam dengan air bersih dan biarkan terjemur selama 5-7 hari. Langkah ini dapat membantu menetralkan potensi zat beracun dari terpal.
3. Pengaturan pH dan Kualitas Air
Langkah ketiga adalah pengaturan pH dan kualitas air. Pastikan pH air berkisar antara 6,5-8. Jika perlu, tambahkan kapur pertanian atau dolomit untuk menstabilkan pH dan meningkatkan alkalinitas.
4. Sirkulasi dan Aerasi Air
Langkah keempat adalah memastikan sirkulasi dan aerasi air. Pasang pompa atau aerator untuk menjaga oksigen terlarut tetap tinggi. Hal ini dapat membantu aerasi dan menghindari air stagnan.
5. Tebar Benih Ikan Nila
Sebelum ditebar, aklimatisasi benih dengan cara memasukkan wadah berisi ikan ke dalam kolam selama 15-30 menit. Hal ini dilakukan agar ikan tidak stres karena perubahan suhu. Tebar benih dapat dilakukan saat pagi atau sore hari agar tidak terpapar suhu ekstrem siang hari.
6. Perawatan dan Pemeliharaan Kolam
Terdapat hal-hal yang dapat dilakukan saat perawatan dan pemeliharaan kolam. Berikut adalah cara perawatan dan pemeliharaan kolam.
Ganti sekitar 20-30% air setiap minggu untuk menjaga kualitasnya.
Berikan pakan berkualitas tinggi 2-3 kali sehari. Hindari overfeeding agar air tidak tercemar.
Cek kadar oksigen terlarut dan suhu secara rutin. Idealnya, suhu berada di kisaran 25-30°C.
Awasi ikan dari tanda-tanda penyakit seperti perubahan warna atau perilaku lesu. Jika muncul tanda infeksi, gunakan obat ikan yang sesuai.
Persiapan kolam terpal sebelum tebar benih nila sangat penting karena memerlukan perhatian lebih pada kualitas air tanpa adanya dasar alami. Kolam ini dapat menjadi solusi efektif dan ekonomis untuk budidaya nila di berbagai jenis lingkungan. (Fia)
Baca juga: Cara Menebar Benih Lele yang Baik dan Benar
