Tips dalam Budidaya Porang agar Hasilnya Maksimal

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Porang merupakan salah satu jenis tanaman umbi-umbian yang berasal dari Asia Tenggara dan bisa tumbuh subur di Indonesia.
Bagi yang tertarik menjadikannya seabgai lahan bisnis, penting untuk mengetahui tips dalam budidaya porang agar hasilnya maksimal. Simak pembahasannya di sini.
Tips dalam Budidaya Porang
Dikutip dari buku Sistem Monitoring dan Penyiraman Otomatis Budidaya Porang Berbasis IoT karya Eko Budihartono dkk., (2023) porang merupakan tanaman umbi-umbian dari spesies Amorphophallus muelleri.
Tanaman porang adalah semak (herba) yang berumbi di dalam tanah dan dapat tumbuh hingga 1,5 meter. Umbi porang mengandung glukomanan yang baik untuk kesehatan dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
Porang dapat menjadi makanan alternatif, selain nasi karena mudah diolah menjadi bahan pangan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Umbi porang juga dapat dijadikan bahan baku kosmetik, lem, dan jelly.
Berikut ini adalah tips dalam budidaya porang agar memperoleh hasil optimal.
1. Pilih Bibit Berkualitas
Langkah awal yang sangat penting adalah memilih bibit porang berkualitas. Bibit yang baik berasal dari indukan yang sehat dan bebas penyakit. Ciri-ciri bibit porang berkualitas, antara lain:
Umbi padat dan tidak busuk
Memiliki minimal 1-2 mata tunas
Berdiameter minimal 3 cm
2. Siapkan Lahan yang Tepat
Porang dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, namun idealnya ditanam di tanah gembur, subur, dan kaya bahan organik. Lahan porang juga harus memiliki drainase yang baik dan tidak tergenang air.
3. Lakukan Penanaman yang Benar
Waktu terbaik untuk menanam porang adalah pada awal musim hujan, yaitu sekitar bulan Oktober-November. Berikut cara menanam porang yang benar:
Buat lubang tanam dengan jarak antar lubang 50-70 cm.
Masukkan bibit porang ke dalam lubang tanam, dengan posisi tunas menghadap ke atas.
Timbun lubang tanam dengan tanah dan siram secukupnya.
4. Lakukan Pemupukan dan Penyiraman secara Berkala
Pemupukan dan penyiraman merupakan faktor penting untuk pertumbuhan porang yang optimal. Pemupukan dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk kandang atau pupuk organik lainnya. Lakukan pemupukan secara berkala, yaitu setiap 2-3 bulan sekali.
Penyiraman porang perlu dilakukan secukupnya, yaitu saat tanah mulai kering. Hindari penyiraman berlebihan yang dapat menyebabkan umbi porang busuk.
5. Lakukan Pengendalian Gulma dan Hama
Gulma dan hama dapat mengganggu pertumbuhan porang. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengendalian gulma dan hama secara berkala. Penyiangan gulma dapat dilakukan secara manual atau dengan menggunakan herbisida.
Pengendalian hama dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida atau pestisida nabati. Namun, penggunaan pestisida kimia sebaiknya dihindari karena dapat mencemari lingkungan.
Baca juga: Fungsi Pupuk TSP untuk Tanaman
Demikian pembahasan mengenai tips budidaya porang agar hasil panennya maksimal. (WWN)
