Konten dari Pengguna

Gula Cakar Malajalengka, Pemanis Legendaris yang Khas

Seputar Jabar

Seputar Jabar

Artikel yang membahas wisata dan kuliner di daerah Jawa Barat

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Jabar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gula Cakar Malajalengka, Foto Hanya Ilustrasi, Bukan Gambar Sebenarnya, Sumber Foto: Unsplash/Customerbox
zoom-in-whitePerbesar
Gula Cakar Malajalengka, Foto Hanya Ilustrasi, Bukan Gambar Sebenarnya, Sumber Foto: Unsplash/Customerbox

Majalengka dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan kuliner tradisional, salah satunya adalah Gula Cakar. Pemanis legendaris ini memiliki tekstur unik, rasa khas, dan warna mencolok sehingga membedakannya dengan jenis gula lainnya.

Gula cakar Majalengka bukan hanya sekadar bahan tambahan dalam makanan dan minuman, tetapi menjadi bagian dari warisan budaya dari generasi ke generasi. Selain itu, proses pembuatannya juga masih banyak dilakukan secara tradisional.

Gula Cakar Majalengka, Oleh-Oleh Unik Manis yang Mulai Langka

Gula Cakar Malajalengka, Foto Hanya Ilustrasi, Bukan Gambar Sebenarnya, Sumber Foto: Unsplash/Alexander

Majalengka adalah salah satu kabupaten di Jawa Barat yang memiliki kekayaan kuliner tradisional beragam. Salah satu yang paling unik adalah gula cakar, pemanis khas yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat dalam beberapa generasi.

Menurut buku Super Sukses AKM Kelas SMP/MTS Kelas IX: Asesmen Kompetensi Minimum Kelas + Kunci Jawaban, Tim Kreatif (2021), gula cakar memiliki tekstur yang kasar dan berongga besar tetapi mudah larut di dalam air hangat.

Selain permukaanya berpori, gula ini juga memiliki warna merah muda yang berasal dari pewarna makanan di mana dicampirkan dengan pula pasir saat proses pembuatan. Tekstur kkhasnya ini seolah “dicakar” menjadi ciri utama yang membedakannya dari gula lainnya.

Pada masanya, produksi gula cakar pernah sangat marak di Majalengka. Ketersediaan bahan baku gula putih dari pabrik gula lokal turut mendukung berkembangnya industri di rumah ini. Namun, seiring berjalannya waktu, popularitas gula cakar Majalengka mulai menurun dan kini sedikit sulit ditemukan.

Gula cakar memiliki rasa manis yang khas dan berbeda dari gula pasir biasa. Teksturnya yang kasar memberikan sensasi unik tersendiri ketika dikonsumsi.

Biasanya, masyarakat setempat menggunakan gula ini sebagai pemanis minuman, seperti teh dan kopi. Selain itu, gula cakar juga sering digunakan dalam pembuatan kue tradisional untuk memberikan sentuhan khas pada berbagai hidangan manis.

Baca juga: Kampung turis Pangandaran: Tempat Makan Indah Tepi Pantai

Gula Cakar Majalengka bukan hanya sekadar pemanis buatan, tetapi juga simbol dari kekayaan budaya dan tradisi Majalenga. Meskipun popularitasnya mulai menurun, masih ada beberapa pengrajin yang mempertahankan tradisi pembuatan gula cakar secara tradisional.

Upaya pelestarian ini penting untuk menjaga warisan kuliner Majalengka agar tidak punah. (AIN)