Jejak Sejarah Jembatan Panus di Depok yang Lekat dengan Cerita Mistis

Artikel yang membahas wisata dan kuliner di daerah Jawa Barat
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Jabar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di tengah hiruk pikuk perkembangan kota yang kian pesat, sejarah Jembatan Panus Depok yang masih berdiri kokoh menarik untuk ditelusuri. Konon, jembatan yang menyimpan kisah panjang sejak masa kolonial ini lekat akan cerita mistis.
Jebatan Panus dibangun sejak tahun 1917 sehingga memiliki arsitektur khas kolonial yang kokoh dan kuat. Pembangunan jembatan ini dikhususkan untuk mendukung aktivitas ekonomi, yaitu pengangkutan hasil bumi dari Depok ke pusat perdagangan sekitar.
Sejarah Jembatan Panus di Depok yang Peninggalan Belanda
Mengutip dari laman berita.depok.go.id, Jembatan Panus berada di Jl. Siliwangi, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat. Sejarah Jembatan Panus di Depok ini dibangun pada tahun 1917 oleh Andre Laurens dan membentang di atas aliran Sungai Ciliwung.
Sementara itu, penamaan jembatan ini diambil dari nama seorang warga, yaitu Stevanus Leander yang dikenal dengan nama panggilan Opa Panus. Jembatan ini menjadi satu di antara peninggalan Belanda yang menjadi saksi bisu perjalanan waktu dari era kolonial hingga kini.
Jembatan Panus dibangun dengan konstruksi bahan dasar beton dan besi agar dapat bertahan lama menghadapi berbagai tantangan lingkungan, seperti ketika banjir di Sungai Ciliwung.
Pada masa pemerintahan Belanda, jembatan ini menjadi satu-satunya jalan yang menghubungkan Depok dengan Bogor menuju Batavia. Masyarakat dulu melewati jembatan ini menggunakan getek untuk mencapai tempat yang dituju.
Cerita Mistis Jembatan Panus di Depok yang Beredar di Masyarakat
Karena berusia sangat tua, Jembatan Panus lekat akan cerita mistis di kalangan masyarakat. Beberapa cerita mistis tersebut meliputi sosok Eti dan arwah Stephanus bersama istri serta ajingnya.
Menurut cerita yang beredar, Opa Panus merupakan warga Belanda yang tinggal di samping jembatan sekaligus salah satu orang yang ikut serta membangun jembatan. Sosoknya bersama istri sering kali muncul berjalan atau berlalu lalang di jembatan tersebut.
Sementara itu, kisah sosok Eti dianggap sebagai hantu baik penunggu jembatan, Masyarakat setempat meyakini bahwa Eti kerap menampakkan diri di Jembatan untuk membantu warga. Hantu ini disebutkan pernah menolong seorang perempuan yang hampir saja menjadi korban asusila di bawah Jembatan.
Baca juga: Konfigurasi Tempat Duduk Kereta Cikuray Ekonomi untuk Calon Penumpang
Itulah sejarah Jembatan Panus di Depok yang menyimpan kisah panjang sejak masa Kolonial. Jembatan Panus hampir berusia satu abad, tetapi kakinya masih terlihat kokoh meskipun selalu terkena air sungai yang deras. (AIN)
