Konten dari Pengguna

Masjid Agung Tasikmalaya: Ikon Religi dan Sejarah Kota

Seputar Jabar

Seputar Jabar

Artikel yang membahas wisata dan kuliner di daerah Jawa Barat

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Jabar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masjid Agung Tasikmalaya, Foto Hanya Ilustrasi, Bukan Gambar Sebenarnya, Sumber Foto: Unsplash/ David Rodrigo
zoom-in-whitePerbesar
Masjid Agung Tasikmalaya, Foto Hanya Ilustrasi, Bukan Gambar Sebenarnya, Sumber Foto: Unsplash/ David Rodrigo

Tasikmalaya dikenal dengan julukan “Kota Santri” memiliki banyak tempat ibadah yang menjadi pusat aktivitas keagamaan dan sosial. Salah satu yang paling ikonik adalah Masjid Agung Tasikmalaya, sebuah simbol religi dan sejarah tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat setempat.

Masjid Agung ini memiliki nilai historis yang mendalam dan mencerminkan perjalanan panjang perkembangan Islam di Tasikmalaya. Dengan arsitektur khas yang memadukan unsur budaya lokal dan desain klasik, masjid ini juga menjadi daya tarik wisata religi menarik bagi banyak pengunjung.

Sejarah Masjid Agung Tasikmalaya

Masjid Agung Tasikmalaya, Foto Hanya Ilustrasi, Bukan Gambar Sebenarnya, Sumber Foto: Unsplash/Kamil Rogalinski

Masjid Agung Tasikmalaya merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia. Mengutip dari buku Masjid Agung Tasikmalaya: Sejarah, Arsitektur, Tokoh, dan Gerakan Islam di Kota Santri, Dr. H. A. Zaki Mubarak (2021), masjid ini dibangun pada tahun 1886 di atas lahan seluas 7. 215 meter persegi, masjid ini resmi selesai pada tahun 1888.

Pembangunan masjid ini dipelopori oleh Bupati Sumedang, Raden Tumenggung Aria Surya Atmadja dan kemudian diserahkan kepada Patih Tasikmalaya, Patih Demang Sukma Amijaya. Selanjutnya, pengelolaan masjid ini dipegang langsung oleh Raden Haji Abu Bakar yang masih merupakan keturunan dari pemerintahan Sumedang.

Seiring waktu, masjid ini mengalamai beberapa kali renovasi, yaitu pada tahun 1923, 1982, dan 2000. Salah satu peristiwa penting dalam sejarahnya terjadi pada tahun 1977 ketika gempa bumi hebat yang menyebabkan kerusakan serius pada bangunan masjid.

Karena kerusakannya cukup parah, masjid ini tidak lagi dapat diperbaiki dengan renovasi tambal sulam, sehingga akhirnya diruntuhkan dan dibangun ulang secara total. Hingga kini, Masjid Agung di Tasikmalaya tetap menjadi ikon atau landmark kota yang memiliki nilai sejarah dan religius yang tinggi.

Daya Tarik Wisata Religi dan Keunikan Masjid Agung Tasikmalaya

Masjid Agung Tasikmalaya, Foto Hanya Ilustrasi, Bukan Gambar Sebenarnya, Sumber Foto: Unsplash/Hassan Pasha

Berlokasi di Jl. Mesjid Agung No. 01, Yudanagara, Kecamatan Tawang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, masjid ini dapat diakses dengan mudah menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Letaknya yang persis di jantung kota juga membuatnya dekat dengan fasiltas umum, seperti terminal dan stasiun kereta.

Secara arsitektural, Masjid Agung memiliki nilai filosofis yang tinggi. Bangunannya didominasi warna kuning emas dengan empat Menara yang menyerupai Masjidil Haram. Selain keindahan estetikanya, desain masjid ini juga memiliki makna spiritual mendalam.

Beberap filosofi dalm arstitektur Masjid Agung di Tasikmalaya antara lain:

  • Lima atap berbentuk kerucut yang melambangkan lima waktu salat dan lima rukun Islam.

  • Empat Menara utama melambangkan empat aspek ilmu, yaitu syariat, bahasa arab, filsafat, dan al hikmah.

  • Tiga bagian Menara yang mencerminkan tiga tingkata spiritual seorang Muslim, yaknik iman, Islam, dan ihsan.

  • Ketinggian Menara mencapai 33 meter menyimbolkan jumlah dzikir umat Muslim kepada Sang Pencipta, yaitu tasbih, tahmid, dan takbir yang masing-masing sebanyak 33 kali.

Baca juga: Pantai Karang Tawulan: Destinasi Wisata Indah di Tasikmalaya

Sebagai salah satu ikon kota, Masjid Agung Tasikmalaya juga memiliki daya tarik wisata religi yang membuatnya patut dikunjungi, baik oleh masyarakat lokal maupun wisatawan. Keberadaannya tidak hanya memperkuat nilai-nilai keislaman, tetap juga melestarika warisan sejarah dan budaya yang berharga. (AIN)