Menapak Tilas Sejarah Monas Jakarta yang Menjadi Simbol Kebanggaan Indonesia

Mengulas serba serbi kota Jakarta, mulai dari sejarah, pariwisata, kebudayaan, dan lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Jakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Monumen Nasional, atau lebih dikenal sebagai Monas, adalah salah satu landmark kota Jakarta, Indonesia. Sejarah Monas erat hubunganya dengan perjuangan kemerdekaan Indonesia, yaitu untuk mengenang perlawanan rakyat Indonesia terhadap Belanda.
Monas bukan sekadar struktur fisik yang menjulang tinggi di tengah kota. Melainkan juga simbol kebanggaan dan identitas nasional yang menggambarkan sejarah, perjuangan, dan semangat patriotisme bangsa Indonesia.
Sejarah Pembangunan Monas Singkat
Mengutip dari website resmi jakarta-tourism.go.id, pada tahun 1955 Presiden Soekarno membuat sayembara desain untuk membuat monumen yang mengenang perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Sayembara ini dilakukan dalam dua periode yakni 1955 dan 1960.
Sejarah Monas dimulai pada tahun 1959, ketika pembangunan monumen ini diinisiasi sebagai upaya untuk mengenang dan mengabadikan perjuangan bangsa Indonesia selama Revolusi 17 Agustus 1945.
Gagasan pembangunan Monas muncul sembilan tahun setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia. Sebuah panitia khusus, yang dipimpin oleh Sarwoko Martokusumo, S. Suhud dan anggota lainnya, dibentuk untuk mengusahakan berdirinya Monas.
Sejumlah sayembara desain diadakan, namun tidak ada satu pun yang memenuhi kriteria ketat yang ditetapkan oleh panitia. Akhirnya, arsitek terkemuka Soedarsono dan Ir. F. Silaban ditunjuk untuk merancang Monas.
Rancangan ini mencakup simbol-simbol penting, termasuk angka 17, 8, dan 45, yang menggambarkan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Bentuk Monas mencerminkan konsep Lingga dan Yoni, yaitu kehidupan abadi dan keseimbangan antara unsur positif dan negatif.
Proses pembangunan Monas berlangsung dalam tiga tahap, yaitu:
Tahap pertama (1961-1965) melibatkan dana dari sumbangan masyarakat.
Tahap kedua (1966-1968) memanfaatkan anggaran pemerintah, meskipun mengalami kendala keuangan.
Tahap ketiga (1969-1976) didanai oleh pemerintah melalui Direktorat Jenderal Anggaran.
Monas akhirnya diresmikan pada 17 Agustus 1961, oleh Presiden Soekarno, dan dibuka untuk umum pada 12 Juli 1975. Monas menjadi pusat tempat wisata dan pendidikan yang menarik bagi warga Jakarta dan pengunjung dari seluruh penjuru Indonesia.
Baca juga: Awal Mula Nama Tugu Monas dan Sejarahnya
Itulah sejarah Monas di Jakarta singkat yang merupakan simbol kebanggaan bangsa Indonesia yang menarik untuk diikuti. Monas adalah wisata edukasi terbaik bagi anak-anak agar mereka bisa tahu bagaimana sejarah perjuangan bangsa. (RIZ)
