Sejarah Masjid Istiqlal, Tempat Ibadah Umat Muslim Terbesar di Indonesia

Seputar Jakarta
Mengulas serba serbi kota Jakarta, mulai dari sejarah, pariwisata, kebudayaan, dan lainnya.
Konten dari Pengguna
3 November 2023 14:52 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Seputar Jakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sejarah Masjid Istiqlal. Sumber: Unsplash/ Rifki Kurniawan.
zoom-in-whitePerbesar
Sejarah Masjid Istiqlal. Sumber: Unsplash/ Rifki Kurniawan.
ADVERTISEMENT
Masjid Istiqlal merupakan salah satu tempat ibadah umat muslim terbesar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Sejarah Masjid Istiqlal cukup panjang, dari mulai perencanaan, penentuan tempat, pembangunan, hingga peresmiannya.
ADVERTISEMENT
Masjid Istiqlal ini diketahui berdiri di sebelah Gereja Katedral Jakarta dan juga Gereja Immanuel. Sehingga tak heran, masjid disebut memiliki nilai penting dalam sejarah bangsa Indonesia, seperti nilai ilmu pendidikan, keagamaan, hingga keberagaman.

Sejarah Masjid Istiqlal

Sejarah Masjid Istiqlal. Sumber: Unsplash/ Mosquegrapher.
Dikutip dari situs istiqlal.or.id, usai Indonesia menyatakan kemerdekaannya pada tahun 1945, tercetus cita-cita untuk membangun sebuah masjid yang mampu menjadi simbol bagi Indonesia.
Berikut ini sejarah Masjid Istiqlal yang penuh cerita, hingga akhirnya menjadi tempat ibadah umat muslim terbesar di Indonesia, bahkan se-Asia Tenggara.

1. Ide Pembangunan Masjid Istiqlal

Ide pendirian Masjid Istiqlal dicetuskan oleh Mentri Agama Republik Indonesia pertama yakni KH. Wahid Hasyim dan beberapa ulama saat itu pada tahun 1953.
Kemudian pada tanggal 7 Desember 1946 KH. Wahid Hasyim bersama H. Agus Salim, Ir. Sofwan, Anwar Tjokroaminoto, dan dibantu sekitar 200 tokoh Islam pimpinan KH. Taufiqorrahman mendirikan sebuah yayasan Masjid Istiqlal.
ADVERTISEMENT
Yayasan tersebut diketahui oleh H. Tjokroaminoto untuk mewujudkan ide pembangunan masjid nasional. Hingga rencana pembangunan tersebut kemudian disampaikan kepada Presiden Ir. Soekarno dan mendapat sambutan baik.
Saat itu, Ir. Soekarno juga diangkat menjadi kepala bagian teknik pembangunan Masjid Istiqlal dan ketua dewan juri untuk menilai sayembara maket Istiqlal.

2. Penentuan Lokasi Masjid Istiqlal

Penentuan lokasi Masjid Istiqlal sempat membuat perdebatan antara presiden Soekarno dan wakil presiden Hatta. Keduanya memiliki perbedaan pandangan mengenai lokasi strategis pembangunan masjid tersebut.
Presiden Soekarno mengusulkan lokasi Masjid Istiqlal di atas bekas benteng Belanda Frederick Hendrik dengan Taman Wilhelmina di antara Jalan Perwira, Jalan Lapangan Banteng, Jalan Katedral dan Jalan Veteran.
Sementara, Wakil Presiden Mohammad Hatta mengusulkan lokasi pembangunan masjid sebaiknya di Jalan Thamrin, yang pada saat itu banyak dikelilingi kampung-kampung di sekitarnya.
ADVERTISEMENT
Namun pada akhirnya, Presiden Soekarno memutuskan untuk membangun di lahan bekas benteng Belanda. Karena di seberangnya telah berdiri gereja Kathedral, dengan tujuan untuk memperlihatkan kerukunan kehidupan beragama di Indonesia.

3. Masa Awal Pembangunan

Menjelang perayaan kemerdekaan Indonesia yang ke-16 tahun, tepatnya pada tahun 1961 di mulailah pembangunan Masjid Istiqlal di Jakarta.
Presiden Soekarno, memiliki visi untuk membangun sebuah masjid nasional yang akan menjadi simbol kemerdekaan dan persatuan bangsa. Sehingga, masjid ini dirancang untuk mencerminkan semangat dan identitas Indonesia yang beragam.
Masjid Istiqlal diketahui dirancang oleh arsitek terkenal asal Indonesia, Frederich Silaban. Arsitektur masjid ini mencerminkan campuran gaya modern dan tradisional, dengan sentuhan seni Islam klasik.
Masjid Istiqlal memiliki kapasitas untuk menampung hingga 200.000 jamaah. Masjid ini memiliki kubah besar dengan diameter 45 meter dan tinggi mencapai 96 meter. Sementara menaranya memiliki ketinggian sekitar 66,66 meter.
ADVERTISEMENT

4. Selesai Pembangunan Masjid Istiqlal

Pembangunan masjid Istiqlal diketahui sempat terhenti akibat gejolak politik yang memanas. Hingga akhirnya pada tahun 1966, Menteri Agama KH. Muhammad Dahlan mempelopori kembali pembangunan masjid ini.
Selanjutnya, kepengurusan pembangunan Masjid Istiqlal dipegang oleh KH. Idham Chalid yang bertindak sebagai Koordinator Panitia Nasional Pembangunan Masjid Istiqlal.
Setelah berjalan selama tujuh belas tahun sejak 24 Agustus 1961, akhirnya Masjid Istiqlal rampung dibangun. Masjid Istiqlal kemudian diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 22 Februari 1978.
Peresmian masjid ini ditandai dengan prasasti yang dipasang di area tangga pintu As-Salam. Biaya pembangunan Masjid terbesar di Indonesia, bahkan Asia Tenggara ini diketahui mencapai Rp7.000.000.000, (diperoleh terutama dari APBN) dan US$ 12 Juta.
ADVERTISEMENT
Itulah informasi mengenai sejarah Masjid Istiqlal, salah satu tempat ibadah yang sangat terkenal, dan terbesar di Indonesia bahkan se-Asia Tenggara. Semoga bisa menambah wawasan mengenai sejarah bangunan ikonik di Indonesia. (IND)