Konten dari Pengguna

Pasar Lawang: Pasar Tradisional di Malang yang Berdiri Sejak Zaman Belanda

Seputar Malang

Seputar Malang

Artikel yang membahas hal seputar malang.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Malang tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pasar Lawang. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Foto: dok. Unsplash/Vianney CAHEN
zoom-in-whitePerbesar
Pasar Lawang. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Foto: dok. Unsplash/Vianney CAHEN

Setiap wilayah Indonesia umumnya memiliki pasar tradisional sebagai tempat masyarakat melakukan transaksi jual beli, terutama jual beli kebutuhan pokok. Pasar tradisional di wilayah Kabupaten Malang ada banyak. Salah satu yang populer adalah Pasar Lawang.

Kepopuleran dari pasar yang ada di Kecamatan Lawang tersebut meliputi banyak faktor. Salah satu di antaranya adalah ketersediaan produk kebutuhan sehari-hari yang lengkap. Pasar tersebut bahkan memiliki sejumlah gerai oleh-oleh khas Malang.

Pasar Lawang, Pasar Tradisional di Kabupaten Malang

Pasar Lawang. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Foto: dok. Unsplash/Jacopo Maiarelli

Pasar merupakan tempat bertemunya penjual dengan pembeli untuk melakukan transaksi jual beli terhadap produk, baik barang maupun jasa. Tempat tersebut mempunyai banyak jenis, contohnya pasar modern dan pasar tradisional.

Dikutip dari buku Manajemen Pemasaran, Iswahyudi, dkk. (2023: 22), pasar tradisional adalah pasar yang bersifat tradisional sehingga memungkinkan pembeli dan penjual dapat saling tawar-menawar secara langsung.

Pasar seperti itu banyak tersebar di wilayah Indonesia termasuk di Kabupaten Malang. Contoh pasar tradisional di Kabupaten Malang adalah Pasar Lawang. Pasar tersebut memiliki nama ‘Lawang’ karena lokasinya ada di Kecamatan Lawang.

Detail lokasi dari pasar tradisional tersebut, yaitu Gang Agung Pasar, Krajan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Lawang, Jawa Timur. Layaknya pasar tradisional, pasar di Kecamatan Lawang itu juga menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari, antara lain:

  • Sembako (beras, minyak, gula pasir, jagung, dan sejenisnya)

  • Buah-buahan

  • Sayuran

  • Camilan

Histori dari Pasar Bernama ‘Lawang’

Pasar Lawang. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Foto: dok. Unsplash/Chi Hung Wong

Lawang merupakan pasar tradisional yang nyaris tidak pernah tutup karena buka mulai pukul 02:00 WIB sampai dengan pukul 00:00 WIB. Selain menawarkan kebutuhan pokok, pasar tersebut juga menawarkan oleh-oleh khas Malang yang berupa makanan.

Pasar bernama ‘Lawang’ itu sudah menjadi tempat transaksi jual beli masyarakat sejak puluhan tahun lalu. Hal itu membuat ‘Lawang’ memiliki histori yang cukup panjang.

Dikutip dari laman SISKAPERBAPO, siskaperbapo.jatimprov.go.id, Pasar Lawang berdiri sejak zaman Belanda. Pasar tersebut kemudian dibangun kembali pada tanggal 6 Juli 1992 dan resmi beroperasi pada 25 September 1993.

Namun, pasar tersebut tidak lagi dikelola oleh swadaya pedagang. Pasar diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Malang sejak tanggal 19 November 2013.

Baca juga: Pasar Splendid Malang: Tempat Beli Bunga yang Jadi Objek Wisata

Keberadaan Pasar Lawang sampai saat ini (29/1) tetap penting bagi masyarakat, baik warga lokal Malang, pendatang, maupun wisatawan. Pasar tersebut menjadi bagian penting karena merupakan tempat untuk membeli berbagai kebutuhan sehari-hari. (AA)