Konten dari Pengguna

Sejarah Alun-Alun Kota Malang dan Fungsi yang Perlu Diketahui Masyarakat

Seputar Malang

Seputar Malang

Artikel yang membahas hal seputar malang.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Malang tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah Alun-Alun Kota Malang. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: Unsplash/Dewi Rusbandiri
zoom-in-whitePerbesar
Sejarah Alun-Alun Kota Malang. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: Unsplash/Dewi Rusbandiri

Sejarah Alun-Alun Kota Malang perlu diketahui oleh masyarakat. Uniknya, terdapat dua alun-alun di kota ini, yaitu Alun-Alun Merdeka dan Alun-Alun Tugu. Tentunya kedua alun-alun ini memiliki sejarah yang berbeda.

Selain sejarahnya yang berbeda, kedua alun-alun ini juga mempunyai bentuk yang berbeda. Alun-Alun Merdeka berbentuk persegi, sedangkan Alun-Alun Tugu berbentuk bundar.

Sejarah Alun-Alun Kota Malang Secara Singkat

Sejarah Alun-Alun Kota Malang. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: Unsplash/Josephine Baran

Sejarah Alun-Alun Kota Malang menarik untuk diulas karena kota ini memiliki dua alun-alun. Dikutip dari Sekilas Destinasi Wisata Kota Malang, Alvianna, dkk (2023:138), Alun-Alun Merdeka dibangun pada tahun 1882, yang mana 38 tahun lebih tua ketimbang Alun-Alun Tugu.

Alun-Alun Merdeka dibangun oleh Bupati Malang pertama, yaitu Notodiningrat I. Alun-alun ini dibuat sebagai tanda bahwa Malang sudah dikuasai oleh pemerintah kolonial Belanda. Belanda ingin mengendalikan alun-alun ini.

Meskipun demikian, keinginan Belanda tidak tercapai, karena alun Alun-Alun Merdeka sudah dijadikan ruang publik masyarakat pribumi. Karena tidak memiliki kuasa atas Alun-Alun Merdeka, Belanda membuat alun-alun baru, yaitu Alun-Alun Tugu atau Alun-Alun Bundar.

Alun-alun baru ini didirikan di atas lahan yang dulunya hutan. Dahulu, alun-alun ini disebut JP Coen Plein. Nama tersebut dipilih untuk menghormati Gubernur Jenderal Jan Pieterzoon Coen. Alun-alun ini disebut sebagai Alun-Alun Tugu setelah Indonesia merdeka.

Pada 17 Agustus 1946, dibangun tugu untuk memperingati kemerdekaan di alun-alun ini. Sayangnya, tugu tersebut dihancurkan saat agresi militer Belanda I. Setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) tahun 1949, tugu tersebut dibangun kembali dan pembangunannya selesai pada tahun 1953.

Fungsi Alun-Alun Malang

Sejarah Alun-Alun Kota Malang. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: Unsplash/Droneflyernick

Baik Alun-Alun Merdeka maupun Alun-Alun Tugu berfungsi sebagai penghias kota. Selain membuat tampilan kota menjadi lebih indah, kedua alun-alun ini juga memiliki fungsi sebagai tempat beraktivitas masyarakat.

Di sini masyarakat bisa berjalan-jalan santai sambil menikmati suasana sekitar. Masyarakat juga bisa berfoto di berbagai spot. Alun-Alun Tugu terlihat semakin cantik di malam hari karena ada lampu yang gemerlap.

Kedua alun-alun ini dibuka selama 24 jam. Jika ingin berkunjung, berikut adalah alamatnya.

  • Alun-Alun Merdeka: Jalan Merdeka Selatan, Kiduldalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

  • Alun-Alun Tugu: Jalan Tugu, Kiduldalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Baca juga: Wisata Kampung Putih Malang, Wisata Baru di Klojen dengan Spot Foto Estetik

Itulah sejarah Alun-Alun Kota Malang dan fungsinya. Alun-alun ini dapat dijadikan alternatif tujuan wisata di Malang. (KRI)