Sejarah Kayutangan Malang, Kampung Tua yang Sudah Ada Sejak Abad ke-13

Artikel yang membahas hal seputar malang.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Malang tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Malang merupakan kota di Indonesia yang mempunyai banyak destinasi wisata, termasuk wisata budaya dan sejarah. Contoh wisata budaya dan sejarah di Malang adalah Kayutangan. Sejarah Kayutangan Malang sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu.
Kawasan Kampung Kayutangan sudah eksis sejak abad ke-13. Abad tersebut masih zaman kuno, bahkan Belanda belum datang ke Indonesia. Walaupun sudah berusia ratusan tahun, Kampung Kayutangan masih memiliki nilai historis di setiap sudutnya.
Sejarah Kayutangan Malang: Kampung yang Eksis Sejak Abad ke-13
Destinasi wisata budaya dan sejarah tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Salah satu di antaranya adalah Kampung Kayutangan di Malang.
Kampung Kayu Tangan terletak di Jalan Jenderal Bauki Rahmat Gang 4, Kauman, Kecamatan, Klojen, Kota Malang, Jawa Timur. Kampung tersebut menjadi destinasi wisata budaya dan sejarah karena ada banyak momen yang terjadi di Kayutangan.
Fakta menunjukkan bahwa sejarah Kayutangan Malang telah berlangsung jauh sebelum Belanda menjajah Indonesia. Belanda mulai datang ke Indonesia sekitar akhir abad ke-16, yakni tahun 1596.
Dikutip dari laman Jejaring Desa Wisata, jadesta.kemenparekraf.go.id, kampung Kayutangan sudah ada sejak abad ke-13. Berdasarkan kondisi tersebut, Kampung Kayutangan menyimpan banyak jejak budaya dan sejarah masa lampau.
Jejak Sejarah di Kayutangan Malang
Sebelum menjadi destinasi wisata seperti sekarang, Kayutangan Malang merupakan hutan belantara. Pohon yang menutupi kawasan tersebut adalah pohon pantangantang.
Dikutip dari buku Sekilas Destinasi Wisata Kota Malang, Alvianna, dkk. (2023: 31), pada zaman dahulu, warga menyebut pohon dengan kayu. Kemudian muncul sebutan kayutangan untuk pohon pantangantang.
Pada masa awal keberadaannya, hutan belantara yang kini bernama Kampung Kayutangan itu merupakan tempat persembunyian Ken Arok. Kawasan tersebut terus lestari dari masa ke masa hingga mengalami perkembangan pada masa kolonial Belanda.
Jejak masa kolonial Belanda di Kampung Kayutangan dapat terlihat dari bangunan-bangunan yang ada di sana, salah satunya Terowongan Semeru. Terowongan tersebut dibangun pada tahun 1850-an untuk menghubungkan pemukiman Ijen dengan pusat pemerintahan.
Baca juga: Wahana Malang Dreamland dan Info Harga Tiket Masuknya
Sejarah Kayutangan Malang sudah berlangsung sejak abad ke-13. Kawasan tersebut menjadi saksi peradaban Indonesia dari zaman kuno, zaman kolonial Belanda, sampai akhirnya menjadi destinasi wisata sejarah di masa sekarang. (AA)
