Konten dari Pengguna

4 Waduk di Solo Raya yang Fungsinya Sangat Krusial

Seputar Solo

Seputar Solo

Artikel yang membahas tentang Kota Solo

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Solo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Waduk di Solo Raya dan Fungsinya. Foto Hanya Ilustrasi, Bukan Sebenarnya. Sumber Foto: Unsplash.com/Inna Safa
zoom-in-whitePerbesar
Waduk di Solo Raya dan Fungsinya. Foto Hanya Ilustrasi, Bukan Sebenarnya. Sumber Foto: Unsplash.com/Inna Safa

Solo Raya merupakan wilayah eks-karesidenan Surakarta yang di dalamnya ada beberapa kabupaten. Masing-masing kabupaten memiliki faslitas umum dan juga bangunan yang menarik untuk dibahas, termasuk waduk. Menariknya, ternyata ada beberapa waduk di Solo Raya.

Waduk di kawasan Solo Raya memiliki fungsi masing-masing. Mulai dari pengendalian banjir, penyimpanan air, irigasi, hingga dijadikan objek wisata yang menarik untuk dikunjungi.

Daftar Waduk di Solo Raya dan Fungsinya

Waduk di Solo Raya dan Fungsinya. Foto Hanya Ilustrasi, Bukan Sebenarnya. Sumber Foto: Unsplash.com/Inna Safa

Sebelum membahas mengenai daftar waduk di Solo Raya dan fungsinya, mari melihat lebih dulu sebenarnya apa yang dimaksud dengan waduk. Dikutip dari buku Geografi, Troels Raadam, (1975), waduk adalah danau yang sengaja dibuat oleh manusia.

Waduk biasanya memiliki tujuan dan fungsi yang berbeda-beda, disesuaikan dengan kebutuhan di mana waduk tersebut dibangun. Di Indonesia, ada banyak waduk yang dibangun, baik yang dibangun sejak masa pemerintah Hindia Belanda maupun baru-baru ini.

Termasuk di Solo Raya, ada beberapa waduk yang cukup terkenal dan memiliki fungsi vital. Berikut ini adalah daftar waduk di Solo Raya dan fungsinya.

1. Waduk Gajah Mungkur

Di antara deretan waduk di Solo Raya, Waduk Gajah Mungkur menonjol sebagai yang paling ikonik. Dibangun pada era 1980-an, waduk ini memiliki peran multifungsi yang sangat vital. Waduk ini dibangun sebagai pengendali banjir di aliran Sungai Bengawan Solo.

Saat musim hujan tiba, waduk ini menampung debit air yang berlebih, mencegah terjadinya banjir bandang yang merusak. Selain itu, Gajah Mungkur juga berfungsi sebagai sumber irigasi bagi ribuan hektar lahan pertanian di sekitar Solo Raya.

2. Waduk Cengklik

Waduk Cengklik merupakan waduk yang berada di Kabupaten Boyolali. Kabupaten ini berbatasan langsung dengan Kota Solo atau Kota Surakarta. Waduk ini dibangun dengan beberapa fungsi.

Pertama adalah penampung air untuk keperluan irigasi di sekitarnya. Selain itu, waduk yang memiliki luas 300 hektar ini juga berguna untuk sektor perikanan dan pariwisata.

3. Waduk Kedung Ombo

Waduk Kedung Ombo termasuk waduk yang berada di Solo Raya karena masuk ke dalam wilayah Kabupaten Sragen, Boyolali, dan Grobogan. Waduk ini dibangun pada tahun 1980 dan selesai pada tahun 1991.

Waduk ini memiliki fungsi utama untuk irigasi dan air baku, pengendalian banjir, perikanan dan yang tidak kalah penting adalah kawasan wisata.

4. Waduk Mulur

Waduk Mulur adalah waduk yang ada di Kabupaten Sukoharjo. Waduk ini lokasinya tidak jauh dengan pusat kota dan digunakan sebagai tempat untuk menyimpan cadangan air ketika musim kemarau.

Baca juga: Telaga Claket Wonogiri: Daya Tarik, Lokasi, dan Harga Tiketnya

Itulah daftar waduk di Solo Raya dan fungsinya yang wajib diketahui oleh masyarakat Solo Raya. (WWN)