4 Waduk di Solo Raya yang Fungsinya Sangat Krusial

Artikel yang membahas tentang Kota Solo
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Solo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Solo Raya merupakan wilayah eks-karesidenan Surakarta yang di dalamnya ada beberapa kabupaten. Masing-masing kabupaten memiliki faslitas umum dan juga bangunan yang menarik untuk dibahas, termasuk waduk. Menariknya, ternyata ada beberapa waduk di Solo Raya.
Waduk di kawasan Solo Raya memiliki fungsi masing-masing. Mulai dari pengendalian banjir, penyimpanan air, irigasi, hingga dijadikan objek wisata yang menarik untuk dikunjungi.
Daftar Waduk di Solo Raya dan Fungsinya
Sebelum membahas mengenai daftar waduk di Solo Raya dan fungsinya, mari melihat lebih dulu sebenarnya apa yang dimaksud dengan waduk. Dikutip dari buku Geografi, Troels Raadam, (1975), waduk adalah danau yang sengaja dibuat oleh manusia.
Waduk biasanya memiliki tujuan dan fungsi yang berbeda-beda, disesuaikan dengan kebutuhan di mana waduk tersebut dibangun. Di Indonesia, ada banyak waduk yang dibangun, baik yang dibangun sejak masa pemerintah Hindia Belanda maupun baru-baru ini.
Termasuk di Solo Raya, ada beberapa waduk yang cukup terkenal dan memiliki fungsi vital. Berikut ini adalah daftar waduk di Solo Raya dan fungsinya.
1. Waduk Gajah Mungkur
Di antara deretan waduk di Solo Raya, Waduk Gajah Mungkur menonjol sebagai yang paling ikonik. Dibangun pada era 1980-an, waduk ini memiliki peran multifungsi yang sangat vital. Waduk ini dibangun sebagai pengendali banjir di aliran Sungai Bengawan Solo.
Saat musim hujan tiba, waduk ini menampung debit air yang berlebih, mencegah terjadinya banjir bandang yang merusak. Selain itu, Gajah Mungkur juga berfungsi sebagai sumber irigasi bagi ribuan hektar lahan pertanian di sekitar Solo Raya.
2. Waduk Cengklik
Waduk Cengklik merupakan waduk yang berada di Kabupaten Boyolali. Kabupaten ini berbatasan langsung dengan Kota Solo atau Kota Surakarta. Waduk ini dibangun dengan beberapa fungsi.
Pertama adalah penampung air untuk keperluan irigasi di sekitarnya. Selain itu, waduk yang memiliki luas 300 hektar ini juga berguna untuk sektor perikanan dan pariwisata.
3. Waduk Kedung Ombo
Waduk Kedung Ombo termasuk waduk yang berada di Solo Raya karena masuk ke dalam wilayah Kabupaten Sragen, Boyolali, dan Grobogan. Waduk ini dibangun pada tahun 1980 dan selesai pada tahun 1991.
Waduk ini memiliki fungsi utama untuk irigasi dan air baku, pengendalian banjir, perikanan dan yang tidak kalah penting adalah kawasan wisata.
4. Waduk Mulur
Waduk Mulur adalah waduk yang ada di Kabupaten Sukoharjo. Waduk ini lokasinya tidak jauh dengan pusat kota dan digunakan sebagai tempat untuk menyimpan cadangan air ketika musim kemarau.
Baca juga: Telaga Claket Wonogiri: Daya Tarik, Lokasi, dan Harga Tiketnya
Itulah daftar waduk di Solo Raya dan fungsinya yang wajib diketahui oleh masyarakat Solo Raya. (WWN)
