Konten dari Pengguna

5 Perbedaan Keraton Surakarta dan Yogyakarta yang Berasal dari Satu Kerajaan

Seputar Solo

Seputar Solo

Artikel yang membahas tentang Kota Solo

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Solo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perbedaan Keraton Surakarta dan Yogyakarta. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: Pxabay/syahrulcobain17
zoom-in-whitePerbesar
Perbedaan Keraton Surakarta dan Yogyakarta. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: Pxabay/syahrulcobain17

Keraton Surakarta dan Yogyakarta merupakan keraton yang berasal dari satu kerajaan yang sama, namun terbagi menjadi dua karena perjanjian Giyanti yang ditandatangani pada tangga 13 February 1755. Lantas, apa perbedaan dari keraton Surakarta dan Yogyakarta?

Baik keraton Surakarta dan Yogyakarta berasal dari Kerajaan Mataram. Meskipun demikian, terdapat perbedaan yang mencolok dari kedua keraton tersebut yang menarik untuk dipelajari.

5 Perbedaan Keraton Surakarta dan Yogyakarta

Perbedaan Keraton Surakarta dan Yogyakarta. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: Pixabay/MikeGoad

Dikutip dari buku Tata rias pengantin dan adat pernikahan gaya Yogyakarta klasik, karya Sri Supadmi Murtiadji (R.), (2012:6) bahwa Keraton Surakarta dan Yogyakarta dulunya adalah satu kerajaan bernama Mataram. Adanya perjanjian Giyanti, membuat Kerajaan Mataram terbagi menjadi dua yaitu Surakarta dan Yogyakarta.

Adanya pembagian ini membawa dampak pada perbedaan ada istiadat, tata busana, hingga bangunannya. Berikut adalah perbedaan keraton Surakarta dan Yogyakarta yang menarik untuk diketahui.

1. Bangunan

Bangunan keraton Surakarta dan Yogyakarta memiliki perbedaan yang signifikan. Jika bangunan keraton Surakarta sebagian bernuansa putih dan biru dengan arsitekturnya campuran Jawa - Eropa, maka bangunan keraton Yogyakarta identik dengan gaya arsitektur Jawa tradisional.

2. Baju Adat

Baju adat juga menjadi perbedaan antara keraton Surakarta dan Yogyakarta. Contohnya adalah blangkon. Blangkon yang digunakan keraton Surakarta tidak mempunyai mondolan. Motif batik yang digunakan untuk membuat blangkon ini antara lain motif ksatria, motif keprabon, motif dines, motif tempen, dan motif perbawan.

Sedangkan untuk blangkon keraton Yogyakarta mempunyai ciri khas mondolan di bagian belakangnya. Dari segi motif sendiri, blangkon keraton ini menggunakan motif blumbangan, kumitir, celengkewengan, jumputan, sido asih, batik modang, taruntum, dan sido wirasat.

3. Batik

Batik dari keraton Surakarta cenderung berwarna cokelat sogan. Sementara untuk keraton Yogyakarta berwarna dasar putih. Untuk motifnya, batik Yogyakarta cenderung lebih besar sedangkan batik Surakarta cenderung lebih kecil.

4. Adat Pernikahan

Secara garis besar, rangkaian upacaranya tampak sama. Baik gaya Surakarta maupun Surakarta mengenal upacara siraman, midodareni, ijab, panggih dan kacar kucur.

Tetapi sebenarnya, ada perbedaan adat pernikahan dari kedua keraton tersebut, seperti adanya upacara jual beli kembar mayang di Surakarta yang tidak ada di Yogyakarta.

5. Pewayangan

Secara fisik, bentuk karakter wayang untuk Surakarta lebih kecil dan ramping. Sementara untuk Yogyakarta bentuknya lebih berisi daripada wayang Surakarta. Perbedaan lain juga terdapat pada pementasan wayang antara kedua keraton tersebut.

Baca juga: Telogo Asmoro Tawangmangu, Pesona Telaga Mungil di Tengah Bumi Perkemahan

Demikian informasi tentang perbedaan keraton Surakarta dan Yogyakarta. Meskipun terdapat perbedaan di antara keduanya, kedua keraton tersebut berasal dari satu kerajaan yang sama. (LMI)