Konten dari Pengguna

Alun-Alun Contong Surabaya yang Bersejarah di Masa Kerajaan

Seputar Surabaya

Seputar Surabaya

Artikel yang membahas seputar kota Surabaya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Surabaya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Alun-Alun Contong Surabaya. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat yang sebenarnya. Sumber: pexels.com/Tom Fisk
zoom-in-whitePerbesar
Alun-Alun Contong Surabaya. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat yang sebenarnya. Sumber: pexels.com/Tom Fisk

Alun-Alun Contong Surabaya adalah tempat bersejarah yang berada di Kota Surabaya. Lokasinya berada di titik pertemuan antara Jalan Kramat Gantung serta Jalan Pahlawan.

Tempat ini menjadi bukti bahwa Kota Surabaya pernah berbentuk kerajaan atau kadipaten setelah masa keruntuhan Majapahit. Pada masa itu, alun-alun ini memiliki nama Alun-Alun Kidul (Selatan) yang kini sudah mengalami perubahan menjadi kelurahan.

Sejarah Alun-Alun Contong Surabaya

Alun-Alun Contong Surabaya. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat yang sebenarnya. Sumber: unsplash.com/rafika manullang

Kota Surabaya yang kini telah berkembang menjadi metropolitan ternyata pernah berbentuk kerajaan atau kadipaten. Bukti sejarah keberadaan keraton tersebut adalah situs Alun-Alun Contong Surabaya.

Berdasarkan buku bertajuk Kota di Djawa Tempo Doeloe, Raap, Olivier Johannes (2017: 20), Alun-Alun Contong di Surabaya mempunyai lokasi di Jalan Pahlawan yang berdiri sampai tahun 1960-an.

Pada zaman dahulu, Surabaya berbentuk kerajaan yang berdiri setelah keruntuhan Kerajaan Majapahit. Untuk menunjukkan kesetiaannya terhadap Kerajaan Majapahit, kerajaan ini menggunakan nama kadipaten yang berarti daerahnya lebih rendah dibandingkan kerajaan.

Meskipun demikian, Kadipaten Surabaya mempunyai peran penting sekitar abad 16-17 Masehi. Pasalnya, kawasan tersebut dikenal sebagai kerajaan niaga, sehingga banyak saudagar datang untuk melakukan perdagangan. Hal itu juga didukung dengan keberadaannya yang cukup strategis, yakni di sekitar Selat Madura.

Pada masa kerajaan, Alun-Alun Contong berfungsi sebagai Alun-Alun Kidul keraton yang letaknya di sekitar Kantor Gubernur Jawa Timur. Sementara itu, Alun-Alun Lor (Utara) Surabaya kini telah diubah menjadi Tugu Pahlawan.

Alun-Alun Contong mempunyai taman yang bagian tengahnya dibangun monumen tugu putih sebagai bentuk penghargaan terhadap Gunther con Bultzingslown, konsul berkebangsaan Jerman yang mempunyai jasa bagi Palang Merah di Perang Aceh I. Sayangnya, monumen ini hanya ada sampai tahun 1960-an karena harus mengalami peruntuhan untuk kebutuhan pembangunan kota.

Perkembangan Alun-Alun Contong Surabaya

instagram embed

Keberadaan Alun-Alun Contong kini sudah tidak berbentuk seperti dulu karena adanya banyak perubahan di masa penjajahan. Saat ini, lokasi tersebut dikenal sebagai area Kelurahan Alun-Alun Contong.

Kawasannya lebih dikenal sebagai permukiman dari segi toponiminya. Ada beberapa kampung yang ada di sekitar Alun-Alun Contong, seperti Carikan, Kepatihan, serta Tumenggungan. Di samping itu, ada gerbang pintu gang di Jalan Kraton III yang bangunannya masih asli dan diperkirakan menjadi pintu masuk Keraton Surabaya.

Baca juga: 3 Tempat Wisata di Gayungan dan Sekitarnya untuk Akhir Pekan

Demikian informasi penting mengenai Alun-Alun Contong Surabaya yang menjadi saksi keberadaan kerajaan pasca era Majapahit. [ENF]