Konten dari Pengguna

Sejarah Kya Kya yang Menarik di Kawasan Kota Lama Surabaya

Seputar Surabaya

Seputar Surabaya

Artikel yang membahas seputar kota Surabaya.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Surabaya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah Kya Kya. Foto hanyalah ilustrasi bukan tempat sebenarnya. Sumber: Unsplash/Fajar Magsyar
zoom-in-whitePerbesar
Sejarah Kya Kya. Foto hanyalah ilustrasi bukan tempat sebenarnya. Sumber: Unsplash/Fajar Magsyar

Kya Kya merupakan distrik bersejarah yang sangat terkenal di Surabaya. Tempat ini juga menawarkan kuliner khas pecinan dan lokal yang autentik. Namun, sebelum itu, tahukah mengenai sejarah Kya Kya yang duhulunya pernah dinama Handelstraat dan sempat terbengkalai?

Mengetahui sejarah tempat ini menambah rasa penasaran saat berjelajah dan menambah wawasan tentang bagaimana tempat tersebut tumbuh. Tentu perjalanan Kya Kya tidaklah mudah.

Menelusuri Sejarah Kya Kya sebagai Ikon Surabaya

instagram embed

Meski kawasan ini sangat terkenal, tetapi masih banyak yang belum tahu bagaimana perjalanan Kya Kya. Untuk itu, simak dan telusuri sejarah Kya Kya di bawah ini.

1. Asal-usul Kya Kya

Kya Kya memiliki perjalanan yang panjang untuk bisa menjadi seperti sekarang. Tempat ini memang sudah terkenal sejak zaman Sriwijaya.

Pada masa itu, tempat ini dipadati oleh berbagai masyarakat luar negeri. Kemudian di masa banyak serdadu Jepang yang mencari teman wanita di tempat ini, Kya Kya dinamai sebagai kawasan Kembang Jepun.

Lalu, pada masa pemerintahan Belanda, daerah ini disebut sebagai Handelstraat. Kata Handelstraat memiliki arti sebagai perdagangan jalan. Karena memang saat itu banyak pedagang asing yang berjualan.

Melihat pada potensi keragaman budaya, pemerintah Belanda membagi kawasan Kya Kya berdasarkan daerah, seperti kampung Arab dan Melayu terletak di daerah utara dan kawasan Pecinan di selatan Kalimas.

Seiring perkembangan zaman, daerah ini mulai dipadati para pedagang Tionghoa, mereka membangun daerah tersebut dengan nuansa pecinan. Bahkan mereka banyak membangun fasilitas perdagangan dan bisnis, yang di antaranya masih bertahan hingga saat ini, yakni Restoran Kiet Wan Kie.

Di abad ke-21, pemerintah Surabaya ingin merubah kawasan tersebut seperti Malioboro Jogja. Sayangnya, tidak ada respon baik sehingga kawasan tersebut berakhir terbengkalai dan rawan kejahatan.

Beruntungnya, kawasan ini kembali bangkit dengan adanya ide dari Menteri BUMN, yakni Dahlan Iskan. Beliau membangun kembali sebagai ikon kota Surabaya pada 2003 dengan wajah yang meriah.

2. Hal Menarik di Kya Kya

Sejak 2003, Kya Kya dibangun dan didesain sedemikian rupa. Pertama memasuki kawasan, pengunjung akan disambut dengan gapura khas Pecinan, berwarna merah dan terdapat patung naga emas.

Sepanjang jalan 730 meter ini, Kya Kya didekorasi dengan ornamen lampion dan bangunan-bangunan kuno yang masih bertahan. Menciptakan kesan nostalgia yang menarik.

Mengutip Instagram @kyakyakembangjepun, tempat ini menjadi pusat kuliner dan kesenian pecinan Kota Surabaya. Puluhan pedagang kaki lima dan toko-toko belanja yang berderet dengan tulisan aksara Tionghoa menjadi daya tarik tersendiri.

3. Alamat Lokasi Kya Kya

Adapun lokasi kawasan Kya Kya berada di Jl. Kembang Jepun, Bongkaran, Kec. Pabean Cantikan, Surabaya, Jawa Timur. Tempat ini berjarak 5 Km dari Alun-alun Surabaya atau bisa ditempuh sekitar 15 menitan dengan berkendara.

Baca juga: 3 Tempat Wisata di Rungkut yang Buka Setiap Hari

Demikian seputar sejarah Kya Kya yang perlu diketahui. Tempat bersejarah yang kini menjadi pusat kuliner dan kawasan pecinan. (INE)