Konten dari Pengguna

6 Pusat Perbelanjaan di Bantul yang Bisa Dikunjungi

Seputar Yogyakarta

Seputar Yogyakarta

Mengulas serba serbi kota Yogyakarta.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Yogyakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pusat perbelanjaan di bantul. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: www.unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pusat perbelanjaan di bantul. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: www.unsplash.com

Bantul adalah adalah sebuah kapanewon atau setingkat kecamatan di Kabupaten Bantul, provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kabupaten ini berbatasan dengan Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman. Kabupaten ini dikenal memiliki pusat perbelanjaan di Bantul yang menjual aneka produk khas daerah yang menarik.

Mengutip laman dpad.jogjaprov.go.id, Bantul tidak bisa dilepaskan dari sejarah Yogyakarta sebagai kota perjuangan dan sejarah perjuangan Indonesia pada umumnya.

Bantul dikenal menyimpan banyak kisah kepahlawanan dalam perjuangan negara. Tak heran jika produk khas Bantul masih berkaitan dengan kehidupan nenek moyang yang mewarisi kemampuan menciptakan produk tradisional.

Pusat Perbelanjaan di Bantul yang Mendukung Industri Lokal

Ilustrasi pusat perbelanjaan di bantul. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: www.unsplash.com

Dari sisi pariwisata, wisata alam di Kabupaten Bantul yang sangat dikenal oleh para wisatawan antara lain keindahan pantai-pantainya. Selain wisata alam, Bantul juga memiliki destinasi wisata belanja yang tak kalah menarik dengan daerah lainnya.

Di Bantul, terdapat banyak sentra industri lokal yang menghadirkan produk khas Bantul yang berkualitas baik. Lantas, di mana saja pusat perbelanjaan di Bantul yang dapat dikunjungi? Berikut ulasannya.

1. Sentra Industri Kerajinan Kulit Manding

Para penggemar produk fashion dengan bahan kulit, Desa Wisata Atau Sentra Industri Kerajinan Kulit Manding adalah tempat yang tepat.

Beragam produk yang dihasilkan di antaranya adalah tas, sepatu, ikat pinggang, dompet, dan jaket. Ada juga pernik-pernik, seperti gantungan kunci dan pigura.

Lokasi Sentra Industri Kerajinan Kulit Manding di Jl. Parangtritis Km 11, Bantul.

2. Desa Wisata Kasongan

Siapa yang tak kenal dengan Desa Wisata Kasongan? Lokasi ini sudah tersohor ke Nusantara sebagai kawasan penghasil kerajinan gerabah dan menjadi tempat para pemburu aksesoris dan penghias rumah yang berbahan gerabah.

Di kawasan Desa Wisata Kasongan ini, terdapat galeri-galeri yang memajang berbagai kerajinan gerabah, seperti pot bunga, patung, peralatan dapur, guci, dan beberapa benda lain.

Lokasi Desa Wisata Kasongan di Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Bantul.

3. Desa Wisata Krebet

Yang menarik dari hasil karya Desa Wisata Krebet adalah penggunaan kayu sebagai media membatik. Batik yang digambar pada kayu ini menghasilakan beragam produk unik, seperti topeng, wayang dan patung kayu, gantungan kunci, cermin, kotak perhiasan, dan masih banyak lagi.

Desa wisata ini cocok untuk mencari beragam cinderamata untuk oleh-oleh atau untuk koleksi pribadi. Wisatawan yang datang ke sini juga bisa menyaksikan langsung proses pembuatan Batik Kayu.

Lokasi Desa Wisata Batik Kayu di Dusun Krebet, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Bantul.

4. Pasar Seni Gabusan

Pasar Seni Gabusan ini menempati area seluas 4 hektar yang menampung ratusan perajin seni yang terbagi dalam belasan los. Beragam produk dijajakan di sini, mulai dari kerajinan batik, gerabah, kulit, terakota, kayu, bambu, sampai logam.

Umumnya, produk yang di jual di pasar ini merupakan kumpulan produk dari berbagai desa wisata di Yogyakarta. Tentunya, sangat menguntungkan bagi wisatawan yang tidak sempat mengunjungi satu persatu desa wisata untuk berburu cinderamata.

Lokasi Pasar Seni Gabusa ini memang mudah di temukan, tepatnya ada di Jl. Parangtritis KM 9.5, Timbulharjo, Sewon, Bantul.

5. Sentra Industri Kecil Emping Melinjo

Emping yang gurih dan membuat ketagihan ternyata dibuat di lokasi ini. Sentra Industri Kecil Emping Melinjo memang dikenal sebagai pusat penghasil Emping Melinjo.

Masyarakat di Dusun Kepuh Kulon ini mewarisi keahlian memproduksi Emping Mlinjo dari para leluhur mereka. Hingga kini tradisi ini masih dipertahankan bahkan menjadikan wilayah ini sebagai Sentra Industri Kecil Emping Melinjo.

Lokasi Sentra Industri Kecil Emping Melinjo di Dusun Kepuh Kulon, Wirokerten, Banguntapan, Bantul.

6. Desa Keris Banyusumurup

Untuk penggemar dan kolektor keris, pasti akan senang sekali berada di sini. Desa Keris Banyusumurup memproduksi bilah keris koden atau keris yang berfungsi sebagai hiasan serta aksesorisnya, seperti warangka atau sarung dan gagangnya.

Konon keahlian perajin keris di desa ini diturunkan oleh Empu Djiwo Diharjo, pemilik sanggar penempa keris yang mendapatkan ilmu turun temurun dari ayahnya. Di tempat ini juga pengunjung juga bisa menyaksikan proses pembuatan keris dan aksesorisnya.

Lokasi Desa Keris Banyusumurup di Dusun Banyusumurup terletak di Kalurahan Girirejo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul.

Baca juga: The Muara Jogja, Destinasi Baru Lebih dari Sekadar Restoran

Saat ini sekitar 14 persen masyarakat kabupaten Bantul memiliki pekerjaan sebagai pedagang dan sekitar 18 persen hidup dari kerajinan usaha kecil. Pemerintah daerah mendukung pelestarian pusat perbelanjaan di Bantul yang menjual produk lokal dan sudah ada secara turun temurun.

Dengan upaya pelestarian ini, Bantul menjadi kabupaten yang memiliki daya tarik pariwisata melalui pusat perbelanjaan tradisonal yang tidak ditemui di tempat lain. (VAN)