Konten dari Pengguna

Candi Cetho: Pesona Sejarah dan Panorama Alam yang Memikat Hati

Seputar Yogyakarta

Seputar Yogyakarta

Mengulas serba serbi kota Yogyakarta.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Yogyakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Candi Cetho, sumber foto: unsplash.com/Yudiono Putranto
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Candi Cetho, sumber foto: unsplash.com/Yudiono Putranto

Candi Cetho merupakan salah satu candi Hindu yang berada di lereng Gunung Lawu dan memiliki sejarah panjang serta menarik untuk ditelusuri. Bukan hanya dari sejarahnya yang menarik, tapi juga lokasinya.

Berada di atas perbukitan membuat candi ini memiliki pemandangan yang luar biasa Indah. Dari candi ini, wisatawan bisa menyaksikan keindahan Kota Solo dan sekitarnya termasuk Kota Jogja.

Sejarah, Daya Tarik, Lokasi, dan Jam Buka Candi Cetho

Ilustrasi Candi Cetho, sumber foto: unsplash.com/Budi Puspa Wijaya

Dikutip dari buku Menyaksikan Kemegahan Candi Hindu yang Tersebar di Pulau Jawa, Tempo Publishing, (2020), Candi Cetho merupakan salah satu situs bersejarah yang ada di lereng Gunung Lawu, Jawa Tengah.

Candi ini dibangun pada tahun 1475 Masehi oleh Raja Brawijaya V dari Kerajaan Majapahit. Candi ini merupakan salah satu candi terakhir yang dibangun oleh Majapahit sebelum kerajaan tersebut runtuh akibat serangan Demak.

Candi ini didirikan sebagai tempat pemujaan Dewa Siwa dan Dewi Durga, serta sebagai simbol keseimbangan antara alam dan manusia. Candi ini memiliki arsitektur yang unik dan berbeda dari candi-candi lain di Jawa.

Candi ini terdiri dari sembilan teras yang mewakili sembilan tingkat kesadaran manusia dalam ajaran Hindu. Setiap teras memiliki gapura atau pintu gerbang yang menghadap ke barat.

Di setiap gapura terdapat patung-patung yang menggambarkan dewa-dewi dan makhluk mitologi Hindu, seperti Ganesha, Naga, Garuda, dan lain-lain. Candi ini sempat mengalami masa kehancuran dan terlupakan selama berabad-abad.

Baru pada tahun 1975, candi ini ditemukan kembali oleh tim arkeolog dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah. Sejak saat itu, candi ini mulai direnovasi dan dikembalikan ke bentuk aslinya.

Daya tarik dari candi yang satu ini selain sejarahnya yang panjang adalah pemandangan yang ditawarkan dari kawasan candi. Wisatawan yang datang bisa menyaksikan pemandangan Kota Solo dan Jogja.

Karena pemandangannya yang indah, banyak wisatawan yang mengatakan bahwa candi ini merupakan candi diatas awan.

Bagi yang berencana datang ke candi ini, lokasinya berada di Ceto, RT 01/RW 03, Cetho, Gumeng, Kec. Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Buka setiap hari dari pukul 07.30 hingga 16.30 WIB.

Harga Tiket Masuk dan Rute ke Candi Cetho

Ilustrasi Candi Cetho, sumber foto: unsplash.com/Yudiono Putranto

Bagi wisatawan yang datang ke candi ini, akan dikenai biaya masuk yang masih terjangkau. Jadi, untuk wisatawan lokal sebesar Rp10.000 dan wisatawan asing sebesar Rp30.000. Harga tersebut sudah mendapatkan berbagai fasilitas yang disediakan.

Untuk fasilitas sendiri ada lahan parkir yang cukup luas meskipun letaknya berada di atas ketinggian, ada juga toilet serta tempat beribadah.

Jika ingin ke Candi Cetho dari arah Solo, bisa melalui Jalan Lawu dengan menempuh perjalanan sekitar 1 jam 30 menit.

  1. Pertama-tama, bisa ambil arah dari Jl. K.H Hasyim Ashari ke Jl. Slamet Riyadi.

  2. Dilanjutkan dengan ambil Jl. Ir. Juanda , Palur - Karanganyar , Jl. Lawu, dan Jl. Karangpandan-Ngargoyoso ke Jl. Trengguli di Area Sawah

  3. Tetap di Jl. Trengguli ke tujuan di Cetho.

Baca juga: Cara ke Obelix Hills dari Kawasan Candi Prambanan dengan Kendaraan Pribadi

Itulah beberapa informasi menarik seputar Candi Cetho, salah satu situs sejarah yang menyajikan panorama alam luar biasa. (WWN)