Candi Sambisari yang Ada di Bawah Tanah: Sejarah dan Daya Tariknya

Mengulas serba serbi kota Yogyakarta.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Yogyakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Yogyakarta memiliki berbagai macam tempat wisata yang sangat unik, mulai dari wisata alam hingga wisata sejarah. Salah satunya di Kalasan terdapat Candi Sambisari yang menyimpan sejarah unik dan menarik untuk ditelaah.
Menurut website jogjacagar.jogjaprov.go.id, candi ini merupakan salah satu candi dengan latar keagamaan Hindu yang dilihat berdasarkan lingga dan yoni berukuran besar di dalam bangunan induk candi. Selain itu, candi ini memiliki arca dewa Hindu yang berada di relung dinding candi.
Candi ini merupakan sebuah keajaiban arkeolog yang ditemukan di wilayah Yogyakarta. Uniknya, letak candi ini cukup tersembunyi karena berada di tengah-tengah sawah Desa Purwomartani di Kalasan. Tak heran, jika tidak banyak orang mengetahui candi ini.
Lokasi, Harga Tiket, dan Jam Buka Candi Sambisari
Candi Sambisari terletak di Jl. Candi Sambisari, Sambisari, Purwomartani, Kec. Kalasan, Kab. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tempat ini buka setiap hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 - 16.00 WIB dan Sabtu hingga Minggu 07.00 - 17.00 WIB.
Wisatawan tidak perlu khawatir dengan harga tiket yang mahal, justru harga tiket untuk bisa melihat kemegahan candi ini terbilang sangat terjangkau. Karena, harga tiket ini hanya dibanderol seharga Rp5.000 dan siapkan uang parkir sebesar Rp2.000 hingga Rp10.000.
Sejarah dan Daya Tarik Candi Sambisari
Candi Sambisari memiliki daya tariknya sendiri dan berbeda dari candi-candi lainnya di Jogja. Bahkan, candi ini telah menyimpan sejarah yang sangat unik untuk di jelajahi agar bisa mendapatkan wawasan baru.
1. Sejarah Candi
Berdasarkan ahli sejarah, candi ini diperkirakan telah dibangun pada abad ke-9, yaitu sekitar tahun 812 hingga 838 Masehi. Awal mulanya, candi ini dibangun oleh Raja Rakai Garung ketika masa pemerintahan Wangsa Sailendra dan memiliki empat bangunan candi.
Ahli sejarah telah menemukan satu candi utama dan tiga candi perwara atau pendamping. Candi utama ini berbentuk bujur sangkar berukuran 13.65 x 13.65 meter dan tingginya 7,5 meter. Walaupun candi ini tidak sebesar candi lainnya, namun candi ini sangat megah.
Candi ini sempat terkena dampak letusan Gunung Merapi yang membuat candi ini tertimbun berpuluh-puluh tahun. Namun pada tahun 1966, keberadaan candi ini ditemukan oleh Arjo Wiyono, yaitu seorang pengelola tanah milik Karyoinangun.
Awalnya, Arjo Wiyono sedang melakukan pekerjaannya dan ketika mencangkul ia membentur batur berukir yang tak lain adalah reruntuhan candi. Kemudian, ia melaporkan peristiwa tersebut ke Kantor Cabang I Lembaga Peninggalan Purbakala Nasional (LP2N).
Lembaga tersebut kemudian melakukan ekskavasi pada bulan September 1966 hingga 1985. Penggalian tersebut berakhir menemukan reruntuhan candi yang tertimbun sedalam 6.5 meter. Penggalian ini selesai pada tanggal 23 Maret 1987 dan akhirnya dijadikan tempat wisata.
2. Daya Tarik
Ada banyak keunikan yang bisa ditemukan oleh wisatawan ketika berkunjung ke tempat ini. Wisatawan bisa melihat arsitektur dari candi yang begitu indah dan khas.
Candi ini dipercaya terbuat dari batu vulkanik hitam yang dipahat dengan rapi dan detail.
Uniknya, candi ini memiliki kolam suci yang berada di depan candi. Kolam ini dipercaya pernah digunakan untuk melakukan ritual suci atau upacara keagamaan pada masanya. Ketika berada di kolam ini, nuansanya sangat tenang dan damai.
Ketika berkunjung ke candi ini, wisatawan dapat merasakan sejuknya udara segar di sekitar candi. Hal ini terjadi karena hampir setiap sudut candi dikelilingi oleh pepohonan hijau sehingga tempat wisata ini terlihat sangat asri dan tidak panas.
Bahkan, tempat candi bisa dijadikan sebagai tempat olahraga pagi hari. Wisatawan bisa menikmati udara segar sambil jogging atau bersepeda di sekitar candi ini. Selain itu, wisatawan juga bisa menemukan banyak spot foto cantik dan aesthetic.
Baca Juga: Sejarah Candi Abang di Jogja, Candi di Atas Bukit Peninggalan Mataram Kuno
Demikian beberapa informasi mengenai Candi Sambisari. Wisatawan bisa mengunjungi candi ini saat cuaca cerah karena memiliki nuansa yang sangat nyaman dan pemandangannya indah. (AYA)
