Konten dari Pengguna

Informasi Harga Tiket Benteng Vredeburg, Destinasi Wisata Sejarah di Jogja

Seputar Yogyakarta
Mengulas serba serbi kota Yogyakarta.
29 Maret 2025 15:35 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Seputar Yogyakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Harga Tiket Benteng Vredeburg. Foto Hanya Ilustrasi, Bukan Sebenarnya. Sumber Foto: Unsplash.com/jauzax
zoom-in-whitePerbesar
Harga Tiket Benteng Vredeburg. Foto Hanya Ilustrasi, Bukan Sebenarnya. Sumber Foto: Unsplash.com/jauzax
ADVERTISEMENT
Benteng Vredeburg merupakan salah satu destinasi wisata sejarah yang ada di Jogja. Bagi yang ingin berkunjung ke benteng ini, sebaiknya mengetahui lebih dulu harga tiket Banteng Vredeburg.
ADVERTISEMENT
Informasi tersebut bisa digunakan untuk merencanakan keuangan selama liburan sehingga tidak membuat keuangan menjadi berantakan. Benteng ini terkenal dengan arsitekturnya yang bagus sehingga dijamin tidak akan menyesal datang ke tempat ini.

Informasi Harga Tiket Benteng Vredeburg

Harga Tiket Benteng Vredeburg. Foto Hanya Ilustrasi, Bukan Sebenarnya. Sumber Foto: Unsplash.com/John McArthur
Sebelum mengulas harga tiket Benteng Vredeburg, mari melihat lebih dulu sejarah dari bangunan yang ada di pusat Kota Jogja ini. Dikutip dari laman https://kebudayaan.jogjakota.go.id, sejarah pembangunan Benteng Vredeburg di Yogyakarta memiliki kaitan erat dengan berdirinya Kasultanan Yogyakarta.
Kraton Kasultanan Yogyakarta pertama kali didirikan pada 9 Oktober 1755. Setelah kraton mulai dihuni, berbagai fasilitas pendukung, seperti Pasar Gedhe, masjid, alun-alun, serta bangunan pelengkap lainnya turut dibangun.
Pesatnya perkembangan kraton menimbulkan kekhawatiran di kalangan Belanda. Atas dasar itu, Belanda mengajukan permohonan kepada Sultan untuk membangun sebuah benteng di sekitar kraton.
ADVERTISEMENT
Alasan yang diberikan adalah untuk menjaga keamanan kraton dan sekitarnya, tapi sebenarnya Belanda memiliki maksud lain, yakni memantau setiap perkembangan yang terjadi di dalam kraton.
Posisi benteng yang hanya berjarak tembakan meriam dari kraton serta letaknya yang menghadap jalan utama menuju kraton menunjukkan bahwa benteng ini berfungsi sebagai sarana strategi militer, intimidasi, serangan, maupun blokade.
Dengan demikian, keberadaan benteng tersebut merupakan antisipasi Belanda jika sewaktu-waktu Sultan berbalik menyerang atau memusuhi mereka. Pada 1760, pembangunan benteng sebagai markas kompeni dimulai.
Struktur awal benteng masih sangat sederhana. Kemudian pada 1767, Gubernur Pantai Utara Jawa di Semarang meminta Sultan agar benteng diperkuat demi keamanan warga Belanda. Atas persetujuan Sri Sultan Hamengku Buwono I, pembangunan benteng rampung pada 1787 dan diresmikan oleh Gubernur Johannes Sioeberg dengan nama Rustenburgh, yang berarti "tempat istirahat".
ADVERTISEMENT
Perkembangan Benteng Rustenburgh berlangsung cukup pesat, namun pada 1867, gempa bumi melanda Yogyakarta sehingga benteng memerlukan perbaikan. Setelah pemugaran selesai di bawah Daendels, nama Rustenburgh diubah menjadi Vredeburg, yang berarti "perdamaian".
Kini benteng tersebut menjadi salah satu destinasi wisata sejarah di Jogja. Jika ingin berkunjung ke tempat ini, pengunjung akan dikenai tiket sebesar Rp15.000 untuk hari biasa dan Rp20.000 untuk akhir pekan dan libur nasional.
Sementara itu untuk wisatawan mancanegara harga tiketnya berbeda, yaitu Rp25.000 untuk hari biasa dan Rp40.000 untuk akhir pekan dan libur nasional.
Namun, perlu diketahui bahwa pembelian tiket Benteng Vredeburg ini hanya bisa dilakukan secara non-tunai melalui metode QRIS. Jadi, tidak menerima pembayaran tunai.
Selain itu, pembelian tiket juga hanya bisa dilakukan on the spot sesuai jam operasionalnya.
ADVERTISEMENT
Informasi mengenai harga tiket Benteng Vredeburg Jogja di atas bisa menjadi referensi ketika akan berkunjung. (ARD)