Konten dari Pengguna

Makam Raja-Raja Imogiri: Lokasi, Sejarah, dan Daya Tarik yang Dimiliki

Seputar Yogyakarta

Seputar Yogyakarta

Mengulas serba serbi kota Yogyakarta.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Yogyakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Makam Raja-Raja Imogiri. Sumber: CA Creative / Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Makam Raja-Raja Imogiri. Sumber: CA Creative / Unsplash

Makam Raja-Raja Imogiri yang dikenal juga dengan Pajimatan Imogiri merupakan kompleks makam bagi raja-raja Mataram Islam beserta keturunannya. Bentuk bangunannya yang khas, memberi kesan tersendiri sehingga menarik wisatawan untuk berkunjung.

Sayangnya, destinasi wisata bersejarah ini tidak buka setiap hari. Ingin tahu informasi lebih lengkapnya? Simak pembahasannya di bawah ini.

Lokasi dan Jam Buka Makam Raja-Raja Imogiri

Jalan Masjid Mataram. Makam Raja-Raja Imogir. Sumber: Aliffian Arief / Unsplash

Dikutip dari laman jogjacagar.jogjaprov.go.id, Makam Raja-Raja Imogiri terletak di Dusun Pajimatan, Girirejo, Imogiri, Bantul. Posisi makamnya berjarak sekitar 17 kilometer sebelah selatan pusat kota Yogyakarta.

Wisatawan bisa berkunjung ke sana setiap Minggu dan Senin pada pukul 10.00 - 13.00 WIB. Sedangkan khusus hari Jumat baru buka pada 13.30 - 16.00 WIB. Pastikan tidak melakukan kunjungan pada Selasa, Rabu, Kamis, dan Sabtu karena Makam Pajimatan Imogiri tutup.

Hingga saat ini, lokasi tersebut masih ramai dikunjungi wisatawan atau orang-orang dengan berbagai tujuan. Jika ingin ziarah, pilih waktu paling disarankan yaitu sore hari karena udara sekitar tidak begitu panas.

Sejarah Singkat Pemakaman Raja Imogiri

Ilustrasi Makam Raja-Raja Imogiri (bukan tempat sebenarnya). Sumber: Farras Al / Unsplash

Makam Raja Imogiri ini dibangun oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo pada tahun 1554 Saka atau 1632 Masehi yang menempati tanah seluas 10 hektar. Sultan Agung Hanyokrokusumo sendiri adalah raja ketiga yang memerintah Kesultanan Mataram Islam pada 1613 - 1645 M.

Pada awalnya, Sultan Agung Hanyokrokusumo telah memerintahkan melakukan membangun pemakaman keluarga di Bukit Giriloyo. Sayangnya, pada proses

pembangunannya, Panembahan Juminah yang mengawasi pembangunan tersebut meninggal dunia dan dimakamkan di Giriloyo.

Karena kejadian itu, Sultan Agung Hanyokrokusumo kemudian memerintahkan untuk membuat pemakaman baru yang berada di Bukit Merak. Alasan mengapa Bukit Merak dijadikan lokasi pemakaman, karena masyarakat pada zaman itu percaya bahwa arwah nenek moyang bersemayam di tempat tinggi.

Daya Tarik yang Ditawarkan

Ilustrasi Makam Raja-Raja Imogiri (bukan tempat sebenarnya). Sumber: Teddy/Unsplash

Sebenarnya, ada banyak daya tarik yang ditawarkan di kompleks pemakaman Raja Imogiri. Namun, kali ini akan dibahas beberapa di antaranya saja, salah satunya yaitu keunikan arsitekturnya yang tampak kejawen dengan sentuhan budaya Islam.

Daya tarik berikutnya adalah ada banyak tokoh penting di kerajaan Imogiri yang dimakamkan di sana, yaitu:

  • Sultan Agung

  • Sunan Amangkurat II

  • Sunan Amangkurat III

  • Sunan Paku Buwana I

  • Sunan Amangkurat IV

  • Sunan Paku Buwana II

  • Sunan Paku Buwana III

  • Sunan Paku Buwana IV

  • Sunan Paku Buwana V

  • Sunan Paku Buwana VI

  • Sunan Paku Buwana VII

  • Sunan Paku Buwana VIII

  • Sunan Paku Buwana IX

  • Sunan Paku Buwana X

  • Sunan Paku Buwana XI

  • Sultan Hamengku Buwana I

  • Sultan Hamengku Buwana III

  • Sultan Hamengku Buwana IV

  • Sultan Hamengku Buwana V

  • Sultan Hamengku Buwana VI

  • Sultan Hamengku Buwana VII

  • Sultan Hamengku Buwana VIII

  • Sultan Hamengku Buwana IX

Baca juga: Pelesir ke Pesona Pengklik di Bantul untuk Menikmati Keindahan Laguna

Karena merupakan Makam Raja-Raja Imogiri, tempat tersebut cocok dijadikan sebagai lokasi ziarah dan mengulik sejarah Islam di masa kerajaan. Pengunjung juga bisa langsung berwisata ke daerah sekitarnya, atau berburu kuliner setempat. (nov)