Konten dari Pengguna

Sejarah Benteng Vredeburg, Perubahan Status Kepemilikan, dan Fungsinya

Seputar Yogyakarta

Seputar Yogyakarta

Mengulas serba serbi kota Yogyakarta.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Yogyakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sejarah Benteng Vredeburg. Sumber foto: Unsplash/Fala Syam
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sejarah Benteng Vredeburg. Sumber foto: Unsplash/Fala Syam

Sejarah Benteng Vredeburg menjadi salah satu bangunan yang menjadi saksi dari peristiwa-peristiwa bersejarah yang terjadi di Yogyakarta. Berdirinya Benteng ini di Yogyakarta tidak lepas dari lahirnya Kasultanan Yogyakarta.

Kemajuan keraton semakin pesat sehingga hal ini membawa kekhawatiran bagi pihak Belanda. Oleh karena itu, pihak Belanda membangun sebuah benteng di dekat keraton untuk mengontrol segala perkembangan yang terjadi di dalam keraton.

Sejarah Benteng Vredeburg

Ilustrasi Sejarah Benteng Vredeburg. Sumber foto: Unsplash/Rendy Novantino

Dikutip dari buku Pasti Bertemu, Nita Permata (2021: 15), Benteng Vredeburg pertama kali dibangun pada tahun 1760. Pembangunan tersebut atas perintah dari Sri Sultan Hamengku Buwono I dan permintaan pihak pemerintah Belanda.

Dalih awal tujuan pembangunan benteng ini adalah untuk menjaga kemananan kraton. Akan tetapi, maksud sebenarnya dari keberadaan benteng ini adalah untuk memudahkan pengawasan pihak Belanda terhadap segala kegiatan yang dilakukan pihak keraton Yogyakarta.

Pembangunan benteng pertama kali hanya mewujudkan bentuk sederhana. Temboknya hanya berbahankan tanah, ditunjang dengan tiang-tiang yang terbuat dari kayu pohon kelapa dan aren, dengan atap ilalang.

Bangunan tersebut berbentuk bujur sangkar yang keempat ujungnya dibangun seleka atau bastion. Keempat sudut itu diberi nama Jaya Wisesa (Barat laut), Jaya Purusa (Timur laut), Jaya Prakosaningprang (Barat daya), dan Jaya Prayitna (Tenggara).

Kemudian pada masa selanjutnya, gubernur Belanda yang bernama W.H. Van Ossenberg mengusulkan agar benteng ini dibangun lebih permanen. Alasannya agar keamanannya lebih terjamin.

Kemudian pada tahun 1767, pembangunan benteng mulai dilakukan di bawah pengawasan seorang arsitek Belanda bernama Ir. Frans Haak. Pembangunannya selesai pada tahun 1787.

Setelah pembangunannya selesai, benteng ini diberi nama "Rustenburg" yang berarti benteng peristirahatan. Pada tahun 1867, terjadi gempa hebat di Yogyakarta dan mengakibatkan banyak bangunan yang runtuh, termasuk Rustenburg.

Kemudian diadakan pembangunan kembali benteng Rustenburg ini yang kemudian berganti nama menjadi "Vredeburg" yang berarti benteng perdamaian. Hal ini sebagai wujud simbolis manifestasi perdamaian antara pihak Belanda dan Keraton.

Perubahan Status Kepemilikan dan Fungsinya

Ilustrasi Sejarah Benteng Vredeburg. Sumber foto: Unsplash/Fuad Najib

Seiring dengan berjalannya waktu, Benteng ini merekam peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di kota Yogyakata. Benteng ini juga beberapa kali mengalami perubahan status kepemilikan.

Tidak hanya itu, benteng ini juga beberapa kali mengalami perubahan fungsi. Berikut beberapa perubahan status kepemilikan dan fungsi dari Benteng ini.

  1. Tahun 1760-1765, pada awal pembangunannya status tanah tetap atas nama milik Keraton, tetapi penggunaannya di bawah pengawasan Nicolaas Harting, Gubernur Direktur wilayah Patai Utara Jawa.

  2. Tahun 1765-1788, status tanah secara formal tetap milik Keraton, tetapi penguasaan benteng dan tanahnya dipegang oleh Belanda di bawah Gubernur W.H. Ossenberg.

  3. Tahun 1788-1799, status tanah tetap milik keraton, kemudian pada masa ini, benteng digunakan secara sempurna oleh VOC.

  4. Taghun 1799-1807, status tanah secara formal tetap milik Keraton, dan penggunaan benteng secara de facto menjadi milik pemerintah Belanda di bawah pemerintahan Gubernur Van De Burg.

  5. Tahun 1807-1811, secara formal tanah tetap milik Keraton, dan penggunaan benteng secara de facto menjadi milik pemerintah Belanda di bawah pemerintahan Gubernur Daendels.

  6. Tahun 1811-1816, secara yuridis benteng tetap milik Keraton, kemudian secara de facto benteng dikuasai oleh pemerintahan Inggris di bawah pimpinan Jenderal Raffles.

  7. Tahun 1816-1942, status tanah tetap berada pada kepemilikan Keraton, dan secara de facto dipegang oleh pihak Belanda. Benteng ini mulai dikuasai penuh oleh pihak Jepang pada penandatanganan perjanjian Kalijati di Jawa Barat, Maret 1942.

  8. Tahun 1942-1945, status tanah tetap milik Keraton, tetapi secara de facto penguasaan berada di tangan Jepang sebagai markas polisi jepang, gudang mesiu, dan rumah tahanan bagi orang-orang Belanda, kaum politisi RI, dan Indo-Belanda.

  9. Tahun 1945-1977, status tanah tetap milik Keraton, setelah proklamasi kemerdekaan RI pada tahun 1945, benteng diambil alih oleh instansi militer RI. Dilanjutkan dengan diambil alih kembali oleh pihak Belanda tahun 1948.

    Hal tersebut dikarenakan adanya peristiwa Agresi Militer Belanda II, dan akhirnya direbut kembali oleh Indonesia setelah adanya peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949. Pengelolaan benteng ditangani oleh APRI (Angkatan perang Republik Indonesia).

  10. Tahun 1977-1992, dalam periode ini, status pengelolaan benteng diserahkan kembali pada pemerintahan Yogyakarta oleh pihak Hankam. Pada tanggal 9 Agustus 1980 diadakan perjanjian tentang pemanfaatan bangunan bekas benteng ini.

    Perjanjian ini dibuat antara Sri Sultan HB IX dan Mendikbud DR. Daud Jusuf, serta dikuatkan oleh pernyataan dari Mendikbud Prof. Dr. Nugroho Notosusanto tanggal 5 November 1984. Bekas benteng ini akan difungsikan sebagai sebuah museum.

    Tahun 1985, Sri Sultan HB IX mengizinkan diadakannya perubahan bangunan sesuai dengan kebutuhannya. Tahun 1987, museum benteng ini baru dibuka untuk umum. Mengenai status tanah pada periode ini tetap milik Keraton.

  11. Tahun 1992 sampai sekarang, Museum Benteng Vredeburg menjadi Museum Khusus Perjuangan Nasional dengan nama Museum Benteng Vredeburg Yoyakarta. Museum ini menempati tanah seluas 46.574 m persegi.

Baca juga: Yogyakarta Jawa Apa? Ini Penjelasan dan Sejarahnya

Itulah informasi lengkap mengenai sejarah Benteng Vredeburg Yogyakarta, lengkap dengan perubahan status kepemilikan dan fungsinya. Semoga informasi tersebut dapat menambah wawasan masyarakat Indonesia mengenai sejarah. (Msr)